Pembobolan Akad pada Pemira Unimed Terjadi Lagi
Medan, Persma Kreatif — Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Medan dengan tujuan untuk melakukan...
Medan, Persma Kreatif — Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Medan dengan tujuan untuk melakukan...
Medan, Persma Kreatif — Pengurus komisariat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan mengadakan perayaan Natal bersama anak-anak pinggiran...
Medan, Persma Kreatif — Mahasiswa/i Prodi Sastra Indonesia dengan mata kuliah Broadcasting mengadakan Workshop dan Kompetisi di gedung FBS ruangan...
Medan, Persma Kreatif — Pelantikan Badan Pengurus Harian Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Negeri Medan (KSE UNIMED) Periode 2022/2023 dilaksanakan...
Medan, Persma Kreatif — Badan Pengurus Harian (BPH) UKMTeater LKK Universitas Negeri Medan Periode 2022/2023 resmi dilantik oleh Wakil Rektor III, Pof. Dr....
Malang, Persma Kreatif –Unimed raih juara ke-9 dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-35 di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (3/12). Kabar ini membahagiakan dan membanggakan Civitas Unimed, sebab mengingat...
Medan, Persma Kreatif — Mahasiswa prodi Pendidikan Tari FBS Unimed mengadakan acara festival tari pendidikan untuk anak-anak tingkat TK sampai SD. Festival ini diusung sebagai tugasdari mata kuliah Tari Pendidikan. Acara ini disaksikan oleh lebihpuluhan mahasiswa Unimed di Pandopo FBS, Jumat (2/12). Acara ini hanya berlangsung selama satu hari dan diadakan padasetiap semester sebagai kebutuhan tugas mata kuliah. Festival ini juga akan diadakan pada semester depan dan direncanakanuntuk anak tingkat SMA, SLB dan sederajat. Acara ini berisikan lomba menari untuk anak-anak tingkat TK sampai SD dengan tujuan membangkitkan semangat dankreativitas dari anak-anak tersebut. Lomba tersebut dinilai olehdua orang juri, yakni Bunda Siti Rahma dan Bunda Tuti Rahayuyang merupakan dosen pengampu. “Perlombaan ini dibuat biar ada semangat dari anak-anaktersebut dan kreativitasnya juga didapatkan,” ujar Nabila, salahsatu mahasiswa semester 5 prodi Pendidikan Tari. Kru: Alya Sekar Ayu
Medan, Persma Kreatif — Digital Library (Digilib) Universitas Negeri Medan (UNIMED) mengadakan seminar kepustakaan di gedung Digital Library lantai 4. Kegiatan ini mengusung tema “Pustakawan...
Naskah “Pelajaran” menceritakan mengenai kisah tiga tokoh, yaitu seorang profesor sebagai tokoh utama, murid sebagaitokoh sekunder, dan asisten rumah tangga sebagai tokohpembantu. Profesor dalam naskah ini memiliki watak egois dan selalu merasa benar. Selain itu, dia suka memperlakukanmurid-muridnya semena-mena, bahkan sampai membunuh ketika mereka tidak sependapat dengan apa yang dikatakannya Ada beberapa kodefikasi-kodefikasi yang menjadi refleksibagi penontonnya. Dalam pertunjukan tersebut, kita bisamelihat bagaimana seorang profesor memberikan metodepembelajaran yang salah bagi peserta didiknya. Bagaimanapula peserta didik harus survive dengan materi-materi yang diajarkan. Kesalahan metode tersebut melahirkan sebuahkejahatan bahkan penindasan. Di akhir cerita, kodefikasi juga digambarkan pada suatu scene di mana ada sebuah buku dan di balik itu ada mayat. Memperlihatkan bahwa orang yangberpendidikan tinggi sekalipun juga memiliki kebusukandalam dirinya. Pertunjukan ini tidak akan bisa terlaksana apabila tidakdilakukan riset secara langsung. Proses pembuatanpementasan ini memakan waktu kurang lebih enam bulandimulai dari proses analisis, riset budaya, pengumpulan data, casting, mengembangkan watak tokoh, hingga pemindahankodefikasi sosial ke dalam seni pertunjukan. Berbagai elemenseperti bahasa, sosial, dan budaya dijadikan satu dan dikemasdengan rapi ke dalam dunia acting. Frisdo Ekuardo menyampaikan harapannya semoga karya inimampu menjadi refleksi tersendiri baik bagi peserta didik dan pendidik. Pementasan ini menjelaskan kepada kita bahwapendidikan sejatinya harus memerdekakan pikiran mahasiswa. Bukan malah menjadi suatu industri yang menghentikanpikiran dan mematikan daya kreatifitas serta imajinasimahasiswa. “Bagaimana seorang pendidik dan mahasiswa itu sendiri tidakboleh menganggap kebenaran itu mutlak. Jika kebenaran itufinal, jika pembelajaran itu final, kita akan menjadi buas, karena kita akan merasa benar itu adalah diri kita, kita harusmenjadi subjek, sama sama menjadi subjek, bagaimana kitamelihat objek bersama, mahasiswa dan dosen harus mampumelihat objek dengan jelas dan bagaimana kita merumuskanhal itu secara seksama untuk mendapatkan sebuah hasil,” tutup Frisdo di akhir sesi wawancara. Kru:...
Medan, Persma Kreatif — North Sumatera Youth Tobacco Control Movement (NSYTCM) menggelar kegiatan pelatihanyang mengusung tema “ North Sumatera Youth Tobacco Control : Young People Come Together to Speak Truth”. Kegiatan inidilakukan di Hotel Grand Impression selama dua hari padaSabtu dan Minggu,...