12.9 C
New York

Pembobolan Akad pada Pemira Unimed Terjadi Lagi

Published:

Medan, Persma Kreatif — Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Medan dengan tujuan untuk melakukan pemilihan terhadap kandidat – kandidat pemimpin di lingkup mahasiswa. Para kandidat yang terpilih, nantinya akan menjadi pemimpin pada Senat Mahasiswa (Sema) atau biasa dikenal sebagai Presiden Mahasiwa, Senat Mahasiswa Fakultas (Semaf), dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF).


Akan tetapi, sudah berjalan secara bersihkah politik dalam pesta demokrasi mahasiswa ini? Penggunaan hak suara mahasiswa secara ilegal, sepertinya sudah menjadi hal lumrah yang terjadi belakangan ini. Terutama ketika proses pemilihan dialihkan secara daring. Pembobolan akun Akad mahasiswa, kasus yang paling banyak terjadi, terkhusus kepada mahasiswa baru. Banyak mahasiswa baru yang mengeluh akun Akad-nya tidak bisa dibuka, dan kehilangan hak suaranya.


“Kebanyakan dari stambuk 2022 dan 2021, dan untuk jumlah total korban yang kehilangan akun sendiri masih dalam proses perhitungan,” ungkap salah satu pelaksana teknis admin Pemira.
Akun Akad yang tidak bisa dibuka, tidak hanya terjadi pada mahasiswa angkatan baru, salah satu mahasiswa angkatan 2019 juga mengalami hal yang sama. Salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika angkatan 2019 yang berinisial PK, kehilangan hak suara untuk kedua kalinya, setelah tahun lalu juga mengalami hal yang sama.


“Tahun lalu saya mencoba login ke website Pemira untuk memilih, akan tetapi tidak bisa. Ketika melapor ke admin, dan sudah direset passwordnya. Saya mencoba login kembali, tetapi hak suaranya sudah dipakai. Tahun ini kemungkinan juga sama,” ujar PK ketika ditanya mengenai kronologis kejadian.
Cukup menyedihkan, mengingat mahasiswa yang menjadi generasi penerus. Sering melakukan orasi menegakkan keadilan dan kejujuran, tetapi untuk hal seperti ini saja sudah mau melakukan hal culas dan kotor demi jabatan yang mereka inginkan. Apa bedanya dengan pelaku – pelaku yang sering mereka protes? Menuntut kejujuran, tetapi sangat menjijikkan jika melihat “kekotoran” yang mereka lakukan demi jabatan.

“Kepada para mahasiswa, disarankan untuk menjaga akun Akad kalian. Jangan gunakan NIM sebagai password, karena akun Akad merupakan akun utama bagi mahasiswa Unimed, tidak hanya untuk Pemira saja,” pesan penutup yang disampaikan oleh pelaksana teknis admin Pemira Unimed.
Kru : Khusnul

Related articles

Recent articles