SBB 2025 Kembali Diadaka, Hidupkan Semangat Nasionalisme
Medan, Persma Kreatif — Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali menggelar Semarak Bulan Bahasa (SBB) Tahun 2025 sekaligus peringatan Hari Pahlawan dengan mengusung tema “Menyatukan Bangsa Berbahasa, Pembangkit Semangat Nasionalisme.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 11–13 November 2025 di pelataran FBS Unimed.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unimed, Prof. Ir. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., Dekan FBS Dr. Zulkifli, M.Sn., para wakil dekan, ketua jurusan, ketua program studi, Kepala Laboratorium Sanggar, serta dosen Bahasa dan Sastra Indonesia. Ratusan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia juga turut memeriahkan acara tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya peran sastra dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Melalui sastra, para pahlawan menyuarakan perjuangan mereka. Kita tidak boleh lupa betapa penting bahasa dan sastra dalam perjalanan sejarah kita,” tegasnya.
Semarak Bulan Bahasa ini turut dimeriahkan oleh penampilan Putra Putri SBB yang mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, terdapat berbagai perlombaan yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, di antaranya:
* Lomba dongeng tingkat SD
* Lomba membaca puisi tingkat SMP
* Lomba pidato tingkat SMA
* Lomba musikalisasi puisi tingkat SMA
* Lomba debat, Cipta Cerpen, dan Infografik tingkat Mahasiswa se-Sumatera Utara
* Lomba kabaret dan visualisasi puisi se-Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
* Bersyair tingkat Umum
Tak hanya perlombaan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan bazar makanan dan minuman yang turut menarik perhatian pengunjung dan menambah semarak suasana peringatan Bulan Bahasa tahun ini.
Ketua Panitia, Richo Adjie Santana menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 490 peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.
“Kami berharap seluruh peserta dapat merasa nyaman mengikuti kegiatan ini. Semoga hingga dua hari ke depan acara berjalan lancar dan semakin meriah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SBB bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, sebagai simbol nyata bahwa bahasa dapat menyatukan perbedaan dan meneguhkan rasa nasionalisme.
