Drama Musikal Bunga di Pinggir Jalan: Pengorbanan, Cinta, dan Identitas Diri
Medan, Persma Kreatif- Mahasiswi teruji Program Studi Seni Pertunjukan, Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan seni (FBS), Universitas Negeri Medan (Unimed) adakan pementasan drama musikal “Bunga di Pinggir Jurang” di Taman Budaya Sumatera Utara pada Rabu (12/11/2025).
Pementasan “Bunga di Pinggir Jalan” hadir sebagai sebuah drama musikal bagian dari tugas akhir menuju sarjana di prodi Seni Pertunjukan, FBS, unimed. Pementasan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai dan dihadiri oleh Sekretaris Jurusan Sendratasik, dosen pembimbing skripsi, dosen pembimbing karya, dosen penguji, dan ratusan penonton.
Pementasan dimulai oleh Master Of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Sekretaris Jurusan Sendratasik, Dr. Nurwani, S.S.T., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada mahasiswa teruji dan tim yang terlibat dalam pementasan tersebut.
“Semoga pertunjukan hari ini lancar dan dapat memberikan wawasan dari pesan yang disampaikan,” ucapnya.
Naskah karya Frisdo Ekardo ini disutradarai oleh Wira Bahri Winalda dan dikemas dalam gaya pertunjukan kontemporer yang memadukan unsur musik, teater, dan gerak secara harmonis. Pertunjukan ini berhasil menggugah emosi penonton dengan alur cerita bermakna kemanusiaan, cinta, dan pencarian jati diri.
Mahasiswi teruji pada tugas akhir ini adalah Uchi Rahmadha Putri yang kerap disapa Uci. Dalam pementasan ini, ia membawakan tokoh Arumi, seorang anak perempuan yang terjebak di antara mimpi dan tanggung jawab. Ia mengorbankan mimpi dan cintanya dengan bersedia dijodohkan oleh abangnya, Darman untuk melunasi utang sebagai bentuk balas budi dan cinta kepada Ibu yang ternyata bukan ibu kandungnya.
“Saya ingin karya ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga renungan bagi anak muda tentang keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan pada pilihan hidup,” ujar Uci.
Uci mengaku, proses produksi drama musikal ini memiliki tantangan.
“Menyatukan tiga elemen, musik, tari, dan peran bukan hal yang mudah. Tapi berkat kerja keras tim, semuanya terbayar saat melihat penonton begitu antusias,” tambahnya.
Sutradara Wira Bahri Winalda juga menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan pertunjukan ini.
“Jujur, saya tidak menyangka antusias penonton sebesar ini. Banyak yang tidak kebagian tempat duduk. Tapi ketika tepuk tangan menggema, semua lelah langsung hilang,” ungkap Wira.
Salah satu penonton mengaku terkesan dengan kedalaman emosi yang disampaikan para pemain.
“Saya sudah sering menonton teater, tapi baru kali ini saya benar-benar terbawa suasana. Kalau saya punya media besar, pasti langsung saya viralkan, karna sangat layak dipentaskan di ajang internasional, saya sebagai penonton tidak ingin pementasan ini usai,” ujar salah satu penonton dengan penuh antusias.
Melalui “Bunga di Pinggir Jurang”, para mahasiswa Seni Pertunjukan Unimed berhasil menunjukkan bahwa teater bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang refleksi dan ekspresi kemanusiaan.
Uci berharap, karya ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menciptakan karya seni yang bermakna.
“Seperti bunga di pinggir jurang, manusia pun punya pilihan untuk tetap mekar meski dunia berusaha menjatuhkannya,” tutupnya.
