MPR RI Goes to Campus Unimed: Seminar Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim
Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) melalui Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar seminar urgensi transisi energi yang dilaksanakan di Gedung Digital Library Unimed pada Selasa (17/6/2025).
Seminar ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda, khususnya mahasiswa, tentang pentingnya peralihan menuju energi baru terbarukan sebagai langkah konkret menghadapi krisis iklim global.
Sejumlah tokoh penting yang menghadiri kegiatan ini, antara lain Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., sebagai pemateri utama, serta Prof. Dr. Makmur Sirait, M.Si., sebagai pemateri kedua. Rektor Unimed, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd., turut hadir beserta jajaran pimpinan universitas seperti para wakil rektor, Ketua MP2M, Direktur Pascasarjana, para dekan, wakil dekan, dosen, serta mahasiswa Unimed dari berbagai fakultas.
Rektor Unimed, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa transisi energi dari fosil ke terbarukan sudah menjadi keniscayaan. Beliau menyoroti bahwa dunia kini berada dalam fase krusial di mana isu energi dan iklim tidak dapat lagi diabaikan.
“Transisi energi fosil ke energi terbarukan bukan lagi pilihan tapi sebuah keharusan mengingat semakin berkurang sumber energi alam ditengah pesatnya perkembangan zaman. Hal ini berkaitan dengan kesiapan diri dalam menciptakan teknologi yang mendukung energi terbarukan. Disinilah peran kampus sebagai sumber ilmu pengetahuan dalam mendorong mahasiswa dalam berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga bersama menciptakan teknologi yang mendukung transisi energi,” ucapnya.
Dalam paparan materinya, Dr. Eddy Soeparno menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mencapai lebih dari 3.700 GW. Namun, pemanfaatannya masih jauh dari optimal. Ketergantungan terhadap energi fosil tidak hanya berdampak buruk pada lingkungan, tapi juga menimbulkan kerugian ekonomi melalui impor bahan bakar. Oleh karena itu, transisi energi bersih perlu segera direalisasikan sebagai solusi strategis dalam menjaga keberlanjutan nasional.
Selanjutnya, Prof. Dr. Makmur Sirait, M.Si., menyatakan pentingnya aspek pendidikan dan peran generasi muda dalam mendorong kebijakan serta inovasi berbasis energi bersih. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif melakukan riset dan pengembangan teknologi yang mendukung sistem energi yang lebih berkelanjutan dan adil bagi semua lapisan masyarakat.
Seminar ini ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat peran kampus dan mahasiswa dalam menyukseskan agenda transisi energi nasional, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
