12.9 C
New York

Mendorong Pers Mahasiswa Peduli Isu HAM Bersama KontraS

Published:

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara mengadakan kegiatan workshop dan diskusi terbatas mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) di d’Caldera Coffee, pada Jum’at, 24/09/21.

Tidak terlepas dari tema yang diangkat, yaitu “Mendorong Pers Mahasiswa Peduli Isu HAM”, KontraS tentu mengajak rekan-rekan Pers Mahasiswa sekota Medan untuk menghadiri undangan workshop tersebut sebagai audiens. Diskusi dihadiri oleh 19 orang dari perwakilan LPM masing-masing.

Kegiatan dimulai dari pukul 13.30 WIB, dibuka oleh MC yaitu Adinda Zahra Novianti selaku Staff Informasi dan Dokumentasi KontraS, lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Rahmat Muhammad yang merupakan Staff Kajian Penelitian KontraS Sumatera Utara hingga selesai.

“Menurutku dasar-dasar pengetahuan kita seharusnya berasal dari sini, dari kemanusiaan, dari HAM. Apa itu kewarganegaraan, bagaimana kondisi warga negara di tengah-tengah kehidupan negara, apa kompensasi yang diberikan oleh negara kepada masyarakat dan tanggung jawabnya. Ini sangat-sangat penting untuk kita pahami, agar kita tahu dimana sebenarnya posisi mahasiswa, organisasi-organisasi kemahasiswaan, organisasi-organisasi pers berada.” Ucap Rahmat saat mengawali materi.

Lebih lanjut beliau menjelaskan tentang sejarah, pemgertian, konsep, generasi, pelanggaran, serta advokasi pelanggaran HAM. Dimana, tidak ada kekuatan di dunia ini yang dapat mencabut hak asasi manusia. Karena itu melekat pada manusia sejak lahir dan bersifat mutlak, suci, yang dipunyai insan untuk mengembangkan diri. Terjadinya pelanggaran-pelanggaran HAM apabila negara tidak melaksanakan kewajibannya terhadap seseorang maupun kelompok.

Staf Kajian Penelitian KontraS menuturkan bahwa mahasiswa, organisasi-organisasi, organisasi pers, memiliki suatu keuntungan untuk mendorong isu-isu HAM baik dilingkungan kampus maupun ditengah-tengah masyarakat. Ia terus menggalakkan agar kita sama-sama bekerja sama dalam menangani isu-isu HAM yang ada di masyarakat bahkan jika bisa sampai kepada isu internasional.

Setelah penyampaian materi, dibuka sesi tanya-jawab dan diskusi bersama oleh perwakilan-perwakilan LPM sekota Medan mengenai isu-isu HAM yang ada di kampus masing-masing. Kemudian ditutup dengan kesan pesan.

“Kesannya menyenangkan, seru, gak nyangka acaranya bisa bagus ini. Ada diskusi kelompok yang bisa menambah ilmu dan relasi dari teman-teman pers mahasiswa. Manfaatnya tentu dapat ilmu lebih, apalagi soal HAM secara umum dan isu-isu yang ada di kampus masing-masing rekan pers mahasiswa.” Kata Della Puspita Sari, LPM Neraca POLMED

Setuju dengan Della, Camelia perwakilan dari LPM Analik USU juga mengatakan, “Dengan mengikuti kegiatan hari ini tentunya menambah pemahaman kita mengenai HAM dan isu-isu HAM yang ada di kampus, serta bagaimana sebaiknya lembaga pers mahasiswa untuk menyuarakannya.”

Diskusi berjalan lancar dan interaktif. Rekan-rekan pers mahasiswa juga berperan aktif dalam diskusi dan tanya jawab mengenai isu HAM, terutama pada isu yang terjadi di kampus masing-masing. Harapan dari pemateri semoga kedepannya bisa melakukan diskusi-diskusi seperti ini kembali dan mungkin nantinya bisa sama-sama terjun ke lapangan langsung menangani isu-isu HAM yang berasal dari kampus maupun yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Related articles

Recent articles