12.9 C
New York

PJTD XII “Goresan Pena, Menembus Cakrawala” Oleh LPM Dinamika

Published:

Medan, Persma Kreatif – Sabtu, (27/8) Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika UIN SU mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) XII dengan mengusung tema “Goresan Pena, Menembus Cakrawala” yang di Aula Fakultas Syariah dan Hukum Kampus II UIN SU.

Sebanyak 103 orang peserta mengikuti kegiatan ini. Ayda yang berasal dari sekolah menengah, mahasiswa, perwakilan anggota LPM se-Sumut, hingga masyarakat umum.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan perwujudan dari program kerja Badan Pengurus Harian (BPH) Dinamika yang diadakan setiap tahun. Acara diawali dengan penyampaian kata sambutan oleh ketua panitia, pemimpin umum, perwakilan alumni, serta Bapak Sugiatno, M.A. selaku pembina LPM Dinamika UIN SU sekaligus membuka acara secara resmi.

Penyampaian materi dalam kegiatan ini terdiri dari dua sesi. Pada sesi pertama, penyampaian materi Live Report yang dipaparkan oleh Jurnalis CNN Agus Supratman. Di tengah sesi penyampai materi, beliau membuka mata para peserta yang merupakan kaum milenial dengan memberikan motivasi agar senantiasa produktif dengan memaksimalkan penggunaan segala platform media sosial yang ada secara positif.

Kegiatan dilanjutkan oleh pemaparan materi sesi kedua yaitu Straight News oleh salah satu reporter Tribun Medan Anugerah Rija. Setiap akhir dari sesi pemaparan materi, para peserta diberikan simulasi berupa tugas sebagai bentuk penguatan ilmu atas materi yang disampaikan sebelumnya.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan PJTD XII berlangsung sangat baik tanpa kendala yang berarti. Penyampaian materi, tanya jawab, dan diskusi yang dilakukan membuat vibes pelatihan sangat terasa. Berharap dapat meninggalkan kesan yang baik pada peserta, menambah ilmu, minat dan bakat jurnalis muda, LPM DINAMIKA akan menyelenggarakan PJTL tingkat nasional di bulan Oktober nanti.

Sebagai penutup, Anugerah memberikan sedikit motivasi kepada calon penerus jurnalis masa depan, “Jangan setengah-setengah menekuni bidang yang disenangi, karena hal itu akan membuat kita takkan mendapat hasil apa apa. Akan ada ilmu yg bermanfaat di setiap proses yg dilalui. Jadi, nikmati prosesnya.”

Kru: Luhcinta dan Dewi

Related articles

Recent articles