Kantin Tak Kunjung Hadir, Mahasiswa FIS Terpaksa Cari Alternatif
Medan, Persma Kreatif — Berdasarkan hasil survei sederhana yang dilakukan terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS), mayoritas mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan makan selama berada di lingkungan fakultas karena ketiadaan kantin resmi di FIS dan menjadi persoalan yang cukup dirasakan oleh mahasiswa.
Menurut para mahasiswa, tidak adanya kantin membuat mereka harus berjalan cukup jauh ke lokasi lain seperti kantin Audit atau keluar area fakultas. Kondisi ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga memakan waktu, bahkan berpotensi membuat mahasiswa terlambat kembali ke kelas.
Selain itu, ketiadaan ruang khusus untuk makan juga membuat mahasiswa harus mencari tempat seadanya, seperti di koridor atau ruang kelas kosong.
Di tengah keterbatasan tersebut, keberadaan tempat fotokopi yang juga menjual makanan menjadi alternatif utama. Sebagian besar mahasiswa mengaku cukup sering, bahkan hampir setiap hari, membeli makanan di tempat tersebut. Namun, pembelian ini umumnya hanya untuk sekadar mengganjal lapar karena pilihan makanan yang tersedia terbatas.
“Biasanya cuma beli gorengan atau minuman saja, yang penting tidak lapar,” ungkap salah satu mahasiswa dalam survei tersebut.
Meski cukup membantu, mahasiswa menilai fasilitas tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan secara menyeluruh. Jenis makanan yang kurang bervariasi, dominasi makanan ringan, serta keterbatasan ruang menjadi keluhan utama. Kondisi tempat yang sempit juga sering menyebabkan antrean panjang dan ketidaknyamanan, terutama saat jam istirahat.
Situasi ini semakin menegaskan pentingnya keberadaan kantin resmi di lingkungan fakultas. Hampir seluruh responden sepakat bahwa kantin bukan sekadar tempat makan, melainkan fasilitas pendukung yang penting dalam menunjang aktivitas perkuliahan.
Dengan adanya kantin, mahasiswa dapat menghemat waktu, mendapatkan makanan yang lebih layak dan higienis, serta memiliki ruang untuk beristirahat dan berinteraksi.
Mahasiswa pun menyampaikan berbagai harapan terkait penyediaan kantin di FIS. Mereka menginginkan kantin yang nyaman, bersih, dan memiliki ruang yang cukup luas untuk makan dan bersantai, serta memiliki variasi makanan yang lebih beragam, termasuk makanan berat dan sehat, juga menjadi kebutuhan yang diharapkan dapat terpenuhi.
Dari segi harga, mahasiswa berharap makanan yang dijual tetap terjangkau, mengingat sebagian besar merupakan anak kos. Beberapa juga menyarankan agar kantin dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti alat tulis dan layanan fotokopi untuk menunjang kebutuhan akademik.
Hasil temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan kantin resmi di FIS bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi mahasiswa.
Keterbatasan fasilitas yang ada saat ini membuat mahasiswa harus beradaptasi dengan kondisi yang kurang nyaman, mulai dari mencari makan ke luar fakultas hingga mengandalkan tempat seadanya untuk makan. Oleh karena itu, besar harapan mahasiswa agar pihak fakultas dapat segera menyediakan kantin yang layak, nyaman, dan terjangkau.
Kehadiran kantin tidak hanya akan memudahkan pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk beristirahat dan berinteraksi, sehingga dapat menunjang aktivitas perkuliahan secara lebih optimal.
