Share

Generasi Muda Melek Investasi: Seminar Komunita & KSPM USU Bahas Pengaruh Kebijakan Global terhadap Saham

Medan, Persma Kreatif – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Komunitas Uang Kita (Komunita) menggelar seminar dan talk show di Gedung Keuangan Negara Medan, Selasa (21/4/2026)

Kegiatan ini mengusung tema “ From Policy to Portfolio, How Fiscal Policy and Interest Rates Shape Capital Markets ” ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan yang memiliki ketertarikan terhadap isu keuangan. Seminar tersebut juga menjadi sarana edukasi awal bagi keanggotaan baru Komunita.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Utara, Rudi Rahmaddi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya edukasi investasi bagi generasi muda a di tengah kondisi global yang tidak stabil akibat konflik antarnegara yang turut memengaruhi pasar saham.

Seminar ini menghadirkan pemateri, di antaranya perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara serta dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU. Para pemateri tidak hanya memaparkan kondisi Keuangan Negara, tetapi juga menjelaskan terkait perkembangan fiskal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Sumatera Utara.

Dalam pemaparannya, pemateri menjlaskan bahwa kebijakan fiskal dan moneter tidak dapat diputuskan secara sederhana karena harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keterkaitan antarinstansi negara serta kondisi makro dan mikroprudensial..

“Indonesia adalah negara small open economy , yaitu negara yang cukup terpengaruh apabila terjadi konflik global,” ucap Hayatullah, perwakilan BI Sumatera Utara.

Ia juga menambahkan bahwa kita tetap harus waspada terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak bisa ditebak selanjutnya, serta keputusan moneter biasanya dilakukan berlawanan arah dengan kondisi yang terjadi.

Selain memotivasi generasi muda untuk melakukan investasi sejak dini, perwakilan Bursa Efek Indonesia, Muhammad Pintor, tetap mengingatkan investor-investor baru untuk tidak terpengaruh terhadap ajakan influencer dalam berinvestasi tanpa perhitungan fundamental yang baik dan perencanaan yang matang.

“Karena pada dasarnya, saham tidak menunggu dampak, melainkan berekspektasi terhadap realitas yang akan terjadi,” tambahnya.

Pada sesi diskusi, pemateri juga menyoroti perkembangan pasar modal Indonesia yang menunjukkan tren positif. Jumlah investor yang telah mencapai sekitar 21 juta orang menjadi indikasi meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi. Hal ini sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan investor domestik ke depan.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa partisipasi generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, semakin mendominasi dari sisi jumlah investor. Sementara itu, dari sisi nilai aset, investor dengan pengalaman lebih panjang masih memegang peranan penting. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan agar generasi muda tidak hanya aktif berinvestasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang matang dalam pengambilan keputusan finansial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai keterkaitan antara kebijakan ekonomi dan pasar keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan literasi keuangan serta membentuk generasi investor yang cerdas, bijak, dan berorientasi jangka panjang.

You may also like