asd
28.6 C
New York

Webinar “Krisis Bahasa Indonesia dan Tantangan bagi Eksistensi Bahasa Indonesia”

Published:

Para Calon Kru Baru (CKB) 34 Persma Kreatif UNIMED mengadakan webinar dengan mengangkat tema “Krisis Bahasa Indonesia dan Tantangan bagi Eksistensi Bahasa Indonesia”. Acara tersebut diadakan pada Rabu, 20 Juli 2022 pada pukul 10.00 WIB melalui aplikasi zoom meeting yang dihadiri sekitar 32 peserta. Webinar ini diisi dengan materi yang disampaikan oleh Bikram Yash Bhullar yang merupakan seorang Terbaik 1 Duta Bahasa Sumatera Utara 2022. 

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, berfungsi sebagai alat komunikasi yang mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Namun, saat ini banyak masyarakat Indonesia yang sepele dalam menggunakan bahasa Indonesia, baik dalam menulis maupun berbicara. Di tengah era globalisasi saat ini, banyak para muda-mudi yang lebih suka menggunakan bahasa gaul dan bahasa asing, bahkan mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing.

“Krisis kebahasaan yang kerap terjadi di Indonesia yaitu kesalahan berbahasa di ruang publik, kesalahan berbahasa di media sosial, dan xenomania” tutur Bikram Yash Bhullar.

Kesalahan berbahasa di ruang publik dapat kita jumpai pada spanduk-spanduk yang ada di berbagai tempat. Banyak menggunakan bahasa asing, yang sangat bertentangan dengan Undang-Undang. “Bukan berarti bahasa asing tidak boleh tetapi bahasa Indonesia diutamakan, yang salah itu kalau terbalik”,ucap Bikram.

Kesalahan berbahasa di media sosial dapat kita lihat dalam penggunaan bahasa yang digunakan oleh para pengguna media sosial. “Dalam berkomunikasi menggunakan media sosial masyarakat, khususnya generasi milenial memang tidak diharuskan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak ada aturan baku tentang penggunaan bahasa Indonesia di media sosial. Bahasa yang baik tidak harus formal, tetapi bahasa yang kita gunakan menggambarkan siapa diri kita”,  tambah Bikram.

Xenomania adalah kesukaan berlebihan terhadap segala sesuatu yang asing atau berasal dari luar negeri, terutama bahasaXenomania akan berdampak baik apabila ada orang asing yang menyukai budaya ataupun bahasa dari Indonesia. “Tetapi kita sebagai warga Negara Indonesia harus meningkatkan kecintaan kita terhadap bahasa dan budaya Indonesia terlebih dahulu”, ucap Bikram.

Pada akhir materi, Bikhram juga menambahkan bagaimana peran kita sebagai generasi muda dalam menjaga eksistensi bahasa Indonesia. “Dengan mengutamakan bahasa negara yaitu bahasa Indonesia. Untuk menjaga eksistensi dan dominasi bahasa Indonesia di ruang publik, pelaksanaan berbahasa negara perlu didukung dengan penerapan kaidah dan tipografi yang tepat. Jangan sampai kehadiran bahasa asing melemahkan kedudukan bahasa negara. Pengutamaan bahasa Indonesia saat ini juga perlu disadari di ruang media yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia, kita juga harus memiliki pendirian untuk menjaga ”kesucian” bahasa negara yang telah diusahakan para pahlawan kita. Bahasa Indonesia jangan ikut berperan dalam penyebaran berita bohong dan kata-kata bermakna tidak baik”.

Webinar tersebut berjalan dengan lancar dengan disertai beberapa pertanyaan dari beberapa peserta yang mengikuti webinar dan dijawab dengan baik, benar, dan jelas oleh pemateri.

CKB: Alya Sekar Ayu

admin
adminhttp://persmakreatif.com
Hai, ini saya Admin Persma Kreatif. Apakah kamu punya Pertanyaan dan Saran? Biarkan saya tau!, Kirimkan ke Email kami perskreatiftim@gmail.com atau Melalui Intagram @Persmakreatif

Related articles

Recent articles