Tradisi Telingaan Aruu, Budaya Suku Dayak yang Mulai Punah
Medan, Persma Kreatif – Suku Dayak merupakan suku asli yang berada di Kalimantan. Tiap suku pastinya memiliki tradisi yang berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri. Seperti halnya suku Dayak di Kalimantan, terdapat tradisi unik yaitu tradisi memanjangkan telinga. Tradisi ini disebut Telingaan Aruu.
Telingaan Aruu merupakan suatu tradisi dimana pria dan wanita memanjangkan telinganya sebagai identitas mereka atau sebuah simbol kebangsawanan
seorang pria dan kecantikan seorang wanita. Dalam tradisi ini dipercaya bahwa semakin panjang telinga dianggap semakin cantik wanita tersebut. Untuk memanjangkan daun telinga, biasanya menggunakan pemberat logam yang dikenal dengan nama “Belaong” yang merupakan gelang tembaga berbentuk lingkaran. Tetapi, tidak semua suku Dayak menerapkan tradisi ini, hanya orang-orang Dayak yang tinggal di daerah pedalaman, seperti Dayak Kenyah, Dayak Bahau, Dayak Penan, Dayak Kelabit, Dayak Sa’ban, Dayak Kayaan, dan Dayak Punan.
Awal mula dari tradisi ini ada ialah ketika para leluhur memanjangkan daun telinga sebagai cara untuk membedakan diri dari para monyet yang juga mendiami hutan Kalimantan. Bagi suku Dayak Iban, tujuan tradisi Telingaan Aruu yaitu melatih kesabaran melalui adanya manik-manik yang begitu berat pada telinga dan diharuskan untuk memakainya setiap hari.
Dikutip dari intisari.grid.id tradisi Telingaan Aruu kini menghadapi ancaman punah karena semakin sedikitnya orang yang mau melakukannya. Generasi muda suku Dayak, khususnya yang lahir di era 1960-an ke atas, tidak lagi mengikuti tradisi ini karena dianggap kuno, tidak praktis, dan tidak sesuai dengan kemajuan zaman. Bahkan, beberapa dari mereka memilih untuk memotong telinga panjang mereka agar terlihat normal.
Namun, masih ada sebagian masyarakat yang tetap melestarikan budaya ini. Mereka menganggap telinga panjang sebagai simbol kebanggaan dan kehormatan yang harus dilestarikan dan diturunkan kepada generasi berikutnya.
Telingaan Aruu menjadi daya tarik wisata yang unik, mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Tradisi ini tidak bisa dipisahkan dari suku Dayak karena hal tersebut mencerminkan starus sosial dan nilai estetika masyarakat setempat.
