Share

Harga Buku Semakin Melejit, Kini Membaca Jadi Hobi Mahal

Medan, Persma Kreatif — Membaca cerita fiksi melalui platform aplikasi digital seperti Wattpad ataupun Fizzo novel menandakan kamu gemar membaca. Setiap pembaca digital tentu mengingatkan untuk memeluk langsung secara fisik setiap cerita yang dibaca. Namun, sekarang hal tersebut sering kali hanyalah sebatas angan yang dikubur dalam-dalam.

Di Indonesia harga membeli satu buku sama dengan mengorbankan jatah makan siang selama seminggu. Apalagi bagi mahasiswa maupun pelajar yang belum memiliki penghasilan sendiri. Salah satu penyebab angka literasi di Indonesia masih cukup rendah dibandingkan dengan negara-negara maju adalah karena adanya perbedaan harga buku.

Harga buku di Indonesia dibandingkan dengan harga buku di luar negeri memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini didasari karena adanya pengaruh dari pajak, biaya produksi dan minat beli masyarakat.

Dilansir dari wongkito.com simulasi skema pembagian harga buku yang dijual dengan harga rata-rata Rp100.000 di Indonesia ialah biaya cetak (35%), biaya penerbit (20%), biaya penulis/royalti (10%), dan biaya distributor/toko (30%).

Dari simulasi penjumlahan di atas, dapat kita lihat bahwa biaya cetak dan distributor mengambil persenan tinggi dibandingkan dengan penulisnya sendiri. Hal tersebut seringkali memunculkan berbagai polemik mengenai kesejahteraan penulis di Indonesia.

Di Amerika dan Inggris skema pembagiannya juga tidak jauh berbeda, hanya saja penulis cenderung mendapatkan keuntungan lebih tinggi. Penulis di sana juga sering menerapkan self publishing untuk memangkas biaya distributor. Jadi, buku di distribusikan langsung dari penulis ke pembaca, sistem ini cukup umum diterapkan.

Sementara di Jerman dan Prancis, mereka menerapkan fixed books price law, yaitu harga buku ditetapkan oleh penerbit. Distributor ataupun toko tidak bisa menaikkan harga ataupun memberikan diskon sesuka hati. Dukungan dari pemerintahnya juga cukup baik, yaitu memberikan subsidi khusus untuk buku literatur dan penerbit kecil untuk mendukung kemajuan industri dan meningkatkan literasi.

Saat ini, harga rata-rata buku lokal berkisar Rp50.000- Rp100.000 sedangkan untuk buku impor berkisar Rp150.000- Rp350.000, untuk daerah di luar pulau jawa harganya bisa bertambah sekitar Rp10.000- Rp30.000 karena adanya faktor distribusi.

Keresahan terhadap perbandingan harga buku ini sudah lama dirasakan. Seharusnya, minat baca adalah hal serius bagi sebuah negara, karena tingkat minat baca menunjukkan bagaimana kualitas dari masyarakatnya. Indonesia sebenarnya tidak kekurangan orang-orang yang haus akan ilmu dari sebuah buku, melainkan fakta pahitnya adalah pemerintahnya sendiri yang tidak memberikan akses yang cukup memadai dan fasilitas yang layak bagi setiap generasi bangsa.

Buku yang seharusnya mudah dijangkau dan dekat dengan kehidupan, kini sudah berubah menjadi barang mewah dan sebuah gengsi bagi sebagian orang. Mahalnya harga buku juga memicu munculnya tindak kejahatan, yaitu maraknya buku bajakan yang sangat merugikan penulis.

Jika ingin menjadi negara yang maju, maka sumber daya manusianya juga harus memadai untuk mendukung kemajuan. Salah satunya adalah meningkatkan minat baca dan membentuk budaya membaca. Perilaku ini tidak bisa diwujudkan hanya dalam sekejap, tetapi harus dibangun sejak generasi masih anak-anak. Apabila pemerintah menangani persoalan literasi ini dengan serius, maka masyarakat juga dapat bekerjasama dengan baik. Perbaikan dapat diawali dengan menurunkan pajak pada buku-buku lokal, peningkatan royalti untuk mendukung kesejahteraan penulis, hukuman serius bagi pembajak buku yang merugikan, serta penetapan aturan bagi distributor.

Tetapi, jika kamu seorang pembaca sejati, akan selalu ada banyak cara untuk menikmati setiap cerita dan ilmu tanpa harus berkorban banyak. Apalagi di zaman teknologi maju ini, berbagai aplikasi menawarkan berbagai cerita menarik yang gratis untuk dibaca. Selain itu, membeli buku bekas melalui media sosial juga cukup marak dilakukan anak muda.

Membeli buku digital resmi di google book store juga bisa menjadi opsi untuk harga yang lebih murah. Bagaimanapun kesulitannya, kita harus tetap menjaga minat ini demi mencegah kehancuran yang disebabkan oleh kebodohan.

You may also like