Kondisi Taman Belakang FMIPA Unimed Jadi Perhatian Mahasiswa

Medan, Persma Kreatif — Kondisi taman belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed) menarik perhatian sejumlah mahasiswa. Area yang sejatinya diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus penunjang aktivitas akademik tersebut dinilai belum berfungsi secara maksimal, sehingga membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang lebih serius.
Meski kebersihan area taman masih dijaga secara berkala sehingga beberapa bagian terlihat rapi, keterbatasan fasilitas membuat pemanfaatan taman oleh mahasiswa dinilai masih terbatas.
May, mahasiswa Jurusan Kimia, mengungkapkan bahwa taman belakang FMIPA lebih sering dimanfaatkan sebagai tempat menunggu jadwal perkuliahan.
“Kalau ke taman, paling cuma duduk nunggu jam kuliah. Tapi tempat duduknya juga terbatas, jadi kadang harus bergantian atau mencari area lain,” ujarnya.
Selain fasilitas dasar, sejumlah area tematik di taman belakang FMIPA juga dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Area taman anggrek, instalasi hidroponik, hingga sangkar burung kini hanya menyisakan papan penanda tanpa adanya pemanfaatan maupun perawatan yang berkelanjutan.
Di sekitar lokasi tersebut, area taman bermain juga terlihat membutuhkan perhatian lebih. Kondisi ini membuat keberadaan taman dinilai belum memberikan fungsi nyata yang dapat dimanfaatkan mahasiswa secara optimal.
Kurangnya pemanfaatan taman turut berdampak pada kegiatan akademik mahasiswa, khususnya bagi jurusan yang membutuhkan kegiatan observasi dan praktikum lapangan. Padahal, taman belakang FMIPA dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai laboratorium alam yang mendukung pembelajaran berbasis praktik.
Alfa Crist, mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi, menyampaikan bahwa taman belakang FMIPA seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai lokasi praktikum lapangan. Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung yang memadai akan sangat membantu mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan.
“Pada saat praktikum tanaman hidroponik, seharusnya bisa langsung dilakukan di taman belakang. Namun karena fasilitasnya tidak tersedia dan kurang terawat, kami harus mencari lokasi lain yang jaraknya lebih jauh,” ungkapnya.
Dari segi letak dan luas area, taman belakang FMIPA dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang edukatif berbasis lingkungan. Konsep taman tematik dan ruang terbuka yang ada seharusnya dapat menunjang kegiatan pembelajaran lintas jurusan di lingkungan FMIPA.
Dengan pengelolaan yang lebih baik, taman tersebut berpeluang menjadi ruang belajar luar kelas yang mendukung pendekatan pembelajaran kontekstual.
Mahasiswa berharap pihak fakultas dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan dan perawatan taman belakang FMIPA. Keberadaan taman yang terawat dinilai penting, tidak hanya untuk mendukung proses pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang penunjang aktivitas dan kenyamanan mahasiswa di lingkungan kampus.
Penulis: Dinda dan Dini
Editor: Nency
