Share

Pesan Mendalam Film “Senin Harga Naik,” Tampilkan Dinamika Antara Ibu dan Anak

Medan, Persma Kreatif —Film “Senin Harga Naik” yang tayang di bioskop pada 18 Maret 2026 menghadirkan cerita drama keluarga dengan durasi 1 jam 56 menit. Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini dibintangi oleh Nadya Arina sebagai Mutia, Meriam Bellina sebagai Ibu (Retno), Andri Mashadi sebagai Amal, dan Nayla Purnama sebagai Tasya.

Film ini mengangkat dinamika hubungan ibu dan anak yang dipenuhi perbedaan pandangan. Retno sebagai ibu merasa telah memahami kebutuhan anak-anaknya, sementara anak-anaknya justru merasa tidak didengarkan. Perbedaan ini kemudian memunculkan jarak dalam keluarga.

Amal sebagai anak pertama telah berkeluarga sehingga tidak lagi rutin pulang. Mutia, anak kedua, memilih meninggalkan rumah karena merasa profesinya sebagai sales marketing tidak dihargai oleh ibunya. Keputusan tersebut diambil untuk membuktikan bahwa dirinya mampu mencapai kesuksesan. Di tengah itu, Retno justru berada dalam kesunyian, menunggu anak-anaknya pulang di sela kesibukan masing-masing. Ia merindukan kebersamaan seperti dulu, namun keadaan tidak lagi sama.

Di sisi lain, Tasya sebagai anak bungsu tetap tinggal bersama ibunya dan menjadi pihak yang memahami kondisi kedua sisi keluarga.

Konflik semakin memuncak ketika Mutia anak kedua ibu Retno yang telah meninggalkan rumah selama 3 tahun dan berhasil dalam kariernya, mendapat promosi menjadi General Manager. Namun, posisi tersebut datang dengan syarat: ia harus membebaskan lahan toko roti “Mercusuar” milik ibunya sendiri. Kepulangan Mutia pun tidak hanya soal pekerjaan, tetapi juga mempertemukannya kembali dengan masalah lama yang belum terselesaikan.

Film ini memperlihatkan dilema antara tanggung jawab pekerjaan dan hubungan keluarga. Pilihan yang dihadapi Mutia menunjukkan bagaimana keputusan pribadi dapat berdampak pada hubungan dengan orang terdekat.

Cerita yang diangkat terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perbedaan cara pandang antara orang tua dan anak, keterbatasan komunikasi, hingga keinginan untuk saling dipahami menjadi hal yang sering terjadi dalam keluarga.

Film ini memperlihatkan bahwa di balik berbagai konflik, seorang ibu hanya ingin tetap dekat dengan anak-anaknya. Di sisi lain, anak-anaknya pun sebenarnya memiliki rasa sayang yang sama besar, meski tidak selalu tersampaikan dengan baik. “Senin Harga Naik” menghadirkan kisah yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang, khususnya tentang keinginan untuk saling memahami dalam keluarga. Meski banyak hal berubah, cinta seorang ibu tetap sama, pintu rumahnya selalu terbuka untuk anak-anaknya.

You may also like