Share

Perkuat Posisi sebagai Lanskap Film Global, Medan Festival Film 2024 Kembali Diadakan Kedua Kalinya

Medan, Persma Kreatif- Medan Festival Film 2024 (MFF 2024) kembali diadakan kedua kalinya di Taman Budaya Medan pada Sabtu (23/11).

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengusung tema “Cross Culture”, tahun ini MFF mengangkat tema “Expanding Creativity”. Melaluit tema ini, MFF berupaya menguatkan posisinya sebagai lanskap festival film global dalam industri perfilman, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Dr. Daniel Irawan selaku Festival Programmer menuturkan lagi bahwa MFF ingin mengembalikan Kota Medan sebagai tolak ukur perfilman nasional.”

Semua komunitas film di Medan ingin mengembalikan Medan sebagai salah satu tolak ukur perfilman nasional, karena di tahun 70 sampai 80-an dulu Medan itu sebagai salah satu industri film terbesar di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam festival film tahun ini, terdapat 17 film yang ditayangkan, tujuh diantaranya merupakan film panjang dari tujuh negara berbeda, sembilan diantaranya film pendek dan satu karya kolaborasi di Medan dan Sumatera Utara.

Beberapa film yang ditayangkan seperti “Wonderful Youth Alley-oop” dari China, “Lubuk” karya Mark Lee See Teck dari Malaysia, “Roman Peony” karya Alfrits John Robert, “Girls Will be Girls” karya sutradara Shuchi Talathi. Film horor “Pemukiman Setan” karya Charles Gozali hingga dokumenter artis horor legendaris “Suzzanna – The Queen of Black Magic” karya David Gregory.

Walaupun hanya berlangsung selama 1 hari, tidak menutup harapan Daniel agar Medan lebih rajin memproduksi film dan melihat peluang – peluang yang ada.

“Alhamdulilah, berkat film “Ngeri-Ngeri Sedap” dan juga “Agak Lain”, sekarang permintaan akan tokoh berkarakter Medan di Produksi Film Indonesia meningkat. Jadi, itu adalah kesempatan yang kita lihat untuk mengembangkan Medan ini sebagai salah satu penunjang kreativitas industri film Indonesia,” tutupnya di akhir sesi wawancara.

You may also like