34.6 C
New York

Optimalisasi Digitalisasi Dalam Bidang Bisnis di Era Society 5.0

Published:

Medan – Persma Kreatif, Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lingkup dunia pemasaran dalam beberapa tahun terakhir ini. Metode komunikasi pemasaran yang sebelumnya bersifat tradisional dan konvensional, kini telah terintegrasi dalam dunia digital. Kegiatan pemasaran yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital seringkali disebut dengan digital marketing. Digital marketing terdiri dari pemasaran interaktif dan terpadu yang memudahkan interaksi antara produsen, perantara pasar dan calon konsumen.

Salah satu media digital marketing yang sering digunakan adalah Google Bisnis. Google Bisnis merupakan aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk membantu agar bisnis para pelaku UMKM dapat ditemukan di berbagai produk Google, seperti di Maps dan penelusuran. Jika pelaku UMKM menjalankan bisnis yang melayani pelanggan dilokasi tertentu, atau melayani pelanggan di area layanan yang ditentukan, GoogleBisnis dapat membantu orang lain menemukan bisnis UMKM tersebut. Media lain yang juga seringkali digunakan dalam digital marketing adalah media sosial, salah satunya Instagram. Instagram memiliki fitur Akun Bisnis yang memudahkan pelaku bisnis untuk membuat profil bisnis di Instagram dan mengoptimalkan kegiatan bisnis dengan memanfaatkan media sosial tersebut. Dengan fitur ini, perusahaan dengan berbagai ukuran dapat memperkenalkan profil bisnisnya, memperoleh wawasan tentang pengikut dan kiriman, serta mempromosikan kiriman untuk mendorong tujuan bisnis.Sehubungan dengan itu, masyarakat 5.0 atau society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan beragam inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0. Contohnya Internet on Things, Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup.

Konsep ini merupakan penyempurnaan dari berbagai konsep yang ada sebelumnya. Mulai dari Society 1.0 di mana manusia berada di era berburu dan mengenal tulisan. Kemudian Society 2.0 yang merupakan era pertanian, di mana masyarakat sudah mulai bercocok tanam. Society 3.0 yang sudah memasuki era industri, yaitu ketika manusia sudah memanfaatkan mesin untuk membantu aktivitas. Serta Society 4.0 atau revolusi industri 4.0, di mana manusia sudah mengenal teknologi komputer hingga internet. Kini, Society 5.0 hadir dengan mengusung konsep bahwa semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Artinya, internet tidak hanya berguna untuk berbagi informasi dan menganalisis data, melainkan juga untuk menjalani kehidupan. Dengan demikian, akan tercipta keseimbangan antara peran manusia (masyarakat) dan pemanfaatan teknologi.

Berkaitan dengan bisnis, hadirnya digitalisasi yang pastinya berhubungan dengan kecanggihan teknologi telah mempermudah segala transaksi dan proses jual-beli barang dan jasa. Selain memudahkan dalam hal promosi barang atau jasa, salah satu dampak positif yang dirasakan hingga saat ini adalah kemudahan transaksi pembayaran menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis uang digital yaitu, Dana. Aplikasi berbasis dompet digital ini membantu setiap orang untuk memudahkan pembayaran di manapun dan kapan pun.

Penggunaan aplikasi yang praktis menjadikan aplikasi ini memiliki banyak pengguna. Pemanfaatan dan optimalisasi penggunaan jejaring digital dalam dunia bisnis telah memberikan banyak keuntungan demi keuntungan bagi segala pihak yang ada di dalamnya. Tentu dalam penggunaannya akan mengundang banyak pro dan kontra. Namun, masyarakat juga harus tetap mau belajar dan menerima segala bentuk perubahan yang berguna dalam memerangi angka gagap teknologi dan dalam upaya menghadapi arus globalisasi yang menuntut setiap orang berubah.

Related articles

Recent articles