Share

Menulis Sastra: Masihkah Digeluti Mahasiswa Sastra Indonesia?

Kreativitas adalah keberanian untuk mengekspresikan diri sendiri. Karya tulis adalah salah satu wujud dari keberanian itu.” Scott Berkun.

Medan, Persma Kreatif – Sastra merupakan suatu kreativitas yang dibuat oleh pengarang yang bertujuan untuk mengekspresikan diri sendiri. Salah satu wujud dari kreativitas itu adalah dengan membuat karya sastra. Membuat karya sastra tentu membutuhkan ide dan dan imajinasi, di mana tentunya tidak mudah untuk membentuk ide dan imajinasi itu menjadi sebuah karya tulis. Tidak hanya tentang bagaimana alur dan siapa pemeran dalam cerita tersebut, tetapi perlu juga untuk memilih kata-kata yang baik dan benar, serta menggunakan ejaan yang tepat. Hal ini ditujukan agar pembaca nyaman dalam membaca karya sastra tersebut. Kalimat yang dimasukkan juga harus memiliki makna yang mempunyai nilai, sehingga para pembaca dapat tertarik untuk membaca. Para penulis karya sastra biasanya memasukkan beberapa kalimat yang membuat karya tersebut dapat diketahui dengan hanya mendengar kalimat tersebut.

Sekarang kita berada di tengah banyaknya kesempatan dan sarana untuk mengekspresikan kreativitas di era digital saat ini. Namun, banyak dari mahasiswa Sastra Indonesia sendiri yang masih rendah minatnya untuk menciptakan karya sastra sebagai bentuk pengekspresian kreativitas. Hal ini dapat dilihat pada saat HMJ Basastrasia Universitas Negeri Medan yang mengimbau mahasiswa/mahasiswi untuk mengumpulkan karya sastra terbaik mereka agar dipublikasikan pada akun sosial media HMJ Basastrasia. Sayangnya, sedikit sekali peminat dalam pengumpulan karya tersebut. Mahasiswa Sastra Indonesia harusnya turut berperan dalam pengumpulan karya tersebut sebagai bentuk penyaluran dan pengekspresian kreativitas diri. Namun, banyak mahasiswa prodi Sastra Indonesia kurang berperan dalam menciptakan karya tulis ataupun karya sastra dalam bentuk lainnya. Tentu pasti ada alasan tersendiri bagi mereka yang kurang dalam menciptakan karya sastra, dimulai dari mereka yang merasa salah mengambil jurusan, tidak dapat membagi waktu untuk memulai sebuah karya, dan alasan tersendiri lainnya.

Memilih jurusan yang salah sangatlah berpengaruh pada kemampuan mahasiswa, di mana mereka akan merasa malas untuk melakukan hal yang baru. Mereka masih memikirkan jika itu bukan skill dari diri mereka. Padahal dengan memulai belajar menulis karya sastra, mereka bisa mengembangkan kemampuan atau skill baru. Namun terkadang, mahasiswa sekarang mengira bahwa melakukan hal tersebut hanya membuang waktu mereka saja, karena mereka melakukan sesuatu hal yang tidak digemari. Hal inilah yang membuat mahasiswa sekarang sulit untuk membuat suatu karya sastra. Begitu pula dengan mahasiswa yang tidak dapat membagi waktu mereka. Mereka merasa jika waktu yang dimiliki itu sudah cukup padat, sehingga hal itu membuat mereka mengurungkan niat untuk kembali menulis karya sastra mereka. Merasa jadwal yang dimiliki padat membuat para mahasiswa merasa lelah dan memilih untuk beristirahat saja, padahal dengan menulis dapat merileksasikan pikiran dengan cara menuangkan semua lelah pada tulisan tersebut. Akan tetapi, rasa lelah pada fisik mereka membuat mereka mengurungkan niat mereka untuk melanjutkan karya.

Selain salah jurusan dan tidak adanya waktu, ada banyak sekali faktor yang menyebabkan rendahnya minat mahasiswa Sastra Indonesia dalam menciptakan karya sastra di lingkungan Universitas Negeri Medan, yaitu :

Pertama, kurangnya pemahaman akan manfaat dari sastra dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan berdampak kepada minat mahasiswa pada sastra karena merasa diri mereka tidak paham dan tidak menguasai dengan benar manfaat dari sastra dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Kedua, kurangnya apresiasi terhadap penulisan kreatif. Hal ini akan menghambat minat mahasiswa dalam menciptakan karya sastra yang nantinya akan berdampak pada minat mahasiswa tersebut pada karya sastra yang mereka ciptakan.

Ketiga, kurangnya inspirasi dan motivasi. Mahasiswa merasa dirinya kurang terinspirasi untuk menulis karena kurangnya dorongan dari internal ataupun eksternal, baik itu dari pemahamannya tentang pentingnya menulis maupun dorongan dari lingkungan akademik. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya minat mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan menulis kreatif.

Keempat, banyaknya beban akademik yang berat. Tuntutan akademik yang tinggi memungkinkan mahasiswa kurang memiliki waktu dan energi untuk menulis secara kreatif di luar dari kurikulum pembelajaran.

Selain minat yang rendah dalam menulis, kurangnya ide baru dan variasi dalam genre sastra dapat menyebabkan kesulitan dalam kemajuan sastra Indonesia. Seperti yang dapat kita ketahui, sastra merupakan bagian penting dari warisan budaya suatu bangsa. Kurangnya minat mahasiswa dalam menulis karya sastra dapat menyebabkan hilangnya aspek penting dari budaya Indonesia, karena suatu karya sastra sering sekali mencerminkan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai, cerita, pengalaman unik dari suatu masyarakat. Masih banyak mahasiswa yang beranggapan sastra itu sebagai sesuatu yang membosankan dan sulit untuk dimengerti. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab kurangnya minat mahasiswa dalam menulis karya tulis sastra.

Dengan kurangnya minat mahasiswa Sastra Indonesia dalam menciptakan karya sastra di lingkungan Universitas Negeri Medan dapat memberikan dampak yang signifikan, seperti :

Pertama, menurunnya kreativitas dan literasi, rendahnya minat menulis pada mahasiswa akan menyebabkan menurunnya kreativitas dan literasi di kalangan mahasiswa Sastra Indonesia.

Kedua, keterbatasan dalam pengembangan bakat, dengan rendahnya minat mahasiswa dalam menulis karya sastra akan mengakibatkan terbatasnya pengembangan bakat bagi mahasiswa yang memiliki bakat menulis.

Ketiga, berkurangnya karya sastra yang berkualitas. Karena rendahnya minat mahasiswa Sastra Indonesia dalam menulis karya sastra, akan menyebabkan berkurangnya karya sastra yang berkualitas dan dapat menginspirasi dan memperkaya budaya literasi di lingkungan sekitar.

Dengan adanya faktor dan dampak yang telah dipaparkan, dalam essai ini juga akan memberikan solusi untuk mengatasi kurangnya minat mahasiswa dalam menulis karya sastra, perlu dilakukan beberapa cara, yaitu :

Pertama, segala faktor pendukung baik itu institusi pendidikan, penerbit, pemerintah, dan komunitas sastra harus bekerja sama untuk meningkatkan minat dan apresiasi terhadap sastra serta memberikan dukungan yang memadai kepada penulis muda untuk terus menulis dan mengembangkan bakat mereka.

Kedua, memberikan motivasi dan apresiasi kepada mahasiswa yang aktif menulis dapat meningkatkan minat dan semangat dalam menciptakan karya sastra.

Ketiga, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai agar dapat membantu mahasiswa dalam mengekspresikan kreativitas mereka.

Rendahnya minat mahasiswa Sastra Indonesia dalam menciptakan karya sastra di lingkungan Universitas Negeri Medan merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan perhatian yang serius. Dengan mengidentifikasi faktor penyebab, memahami dampaknya dan mengusulkan solusi yang tepat, besar harapan minat mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menulis karya sastra dapat meningkat. Sastra sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam membangun dan membentuk karakter kecerdasan mahasiswa, serta dapat memperkaya pengalaman intelektual mereka. Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya untuk meningkatkan kreativitas menulis karya sastra demi keberlangsungan dan pengembangan budaya literasi di kalangan mahasiswa.

Kontributor: Adira Cahya, Citra Rotama Sihombing, Irma Laura Elisabet Hutauruk, Nency Siagian, Nurita Rahmani

#persmakreatif #persmahasiswa #artikel #menulissastra #sastraIndonesia

You may also like