Kembali ke Orbit Bulan: Artemis II Ukir Sejarah Baru Eksplorasi Antariksa
Medan, Persma Kreatif—Manusia kembali menorehkan sejarah dalam eksplorasi antariksa. Artemis II resmi diluncurkan pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat membawa empat astronot untuk mengelilingi Bulan dalam misi berawak pertama sejak lebih dari lima dekade terakhir.
Misi yang dikembangkan oleh NASA ini tidak hanya menjadi simbol kembalinya manusia ke sekitar Bulan, tetapi juga langkah strategis menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh.
Empat awak yang tergabung dalam misi ini terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta dua spesialis misi yakni Christina Koch dan Jeremy Hansen. Dalam pembagian perannya, komandan bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya misi, pilot mengendalikan sistem penerbangan, sementara spesialis misi menangani operasional teknis dan eksperimen selama perjalanan. Keterlibatan Hansen dari Canadian Space Agency juga menegaskan kuatnya kolaborasi internasional dalam misi ini.
Dilansir dari NASA, Artemis II menjadi misi berawak pertama dalam program Artemis yang dirancang untuk menguji secara langsung sistem pesawat Orion dengan kehadiran manusia di dalamnya. Sistem pendukung kehidupan, daya, hingga propulsi yang disediakan oleh European Service Module diuji dalam kondisi nyata di luar angkasa.
Sebelum Artemis II, NASA telah lebih dulu meluncurkan Artemis I sebagai misi tanpa awak pada November 2022. Namun jika ditarik lebih jauh, eksplorasi manusia ke Bulan terakhir kali terjadi pada era program Apollo, sekitar 50 tahun lalu, tepatnya pada 1970-an. Sejak saat itu, belum ada lagi misi berawak yang mengorbit Bulan hingga akhirnya Artemis II diluncurkan.
Selain menguji teknologi, misi ini juga bertujuan memvalidasi prosedur operasional yang tidak dapat sepenuhnya disimulasikan di Bumi. Artemis II menjadi pijakan penting untuk misi berikutnya, yakni Artemis III yang direncanakan akan mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan, sekaligus menjadi langkah awal menuju misi berawak ke Mars.
Selama perjalanannya, kapsul Orion mencatat pencapaian penting dengan mencapai jarak terjauh dari Bumi pada 6 April 2026, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh misi Apollo 13. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam teknologi eksplorasi luar angkasa modern.
Setelah menjalankan misi selama kurang lebih 10 hari mengelilingi Bulan, Artemis II akhirnya kembali ke Bumi dengan selamat pada 10 April 2026. Keberhasilan ini menandai babak baru dalam sejarah eksplorasi manusia di luar angkasa, bukan sekadar kembali ke Bulan, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan eksplorasi yang lebih ambisius.
