Share

Dirty Vote : Ketika Kecurangan Melanda Pemilu Indonesia Tahun 2024

Medan Persma Kreatif- Dirty Vote merupakan sebuah film dokumenter yang menyorot isu kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2024, menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan pro kontra di sosial media. Film berdurasi seratus tujuh belas menit ini menampilkan tiga pakar hukum tata negara yang mengungkap adanya kecurangan dalam proses pemilihan presiden tahun 2024.Berdasarkan pantauan dari tim kreatif, Dirty Vote mampu bertahan merajai jejeran trending topic di X (sebelumnya Twitter) sejak tayang pada 11 Februari 2024 hingga 13 Februari 2024 malam ini.

Namun, ditemukan pula dalam hasil pencarian di YouTube, video asli dari kanal resmi tampaknya telah “hilang” dari peringkat atas.Banyak fakta yang berhasil terungkap terkait kebobrokan dalam sistem Pemilu yang merusak tatanan demokrasi. Selain itu, Dirty Vote juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tantangan yang dihadapi dalam proses demokrasi. Melalui film dokumenter ini, berbagai sudut pandang dijelaskan oleh tiga ahli hukum tata negara.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terutama pada hal yang paling di ‘highlight’ terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai batas usia calon wakil presiden (cawapres).Bivitri Susanti, selaku ahli hukum tata negara yang terlibat dalam film ini menjelaskan putusan itu dinilai memiliki banyak kejanggalan yang dapat ditemukan dari berbagai sisi. Setidaknya ada sebelas poin kejanggalan dalam putusan tersebut.

Berbagai kejanggalan tersebut meliputi proses awal permohonan diajukan, persidangan, hingga konflik kepentingan yang muncul.Dosen Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar yang juga terlibat dalam film ini mengungkapkan adanya tekanan kepada kepala desa agar mendukung kandidat calon presiden dan calon wakil presiden tertentu pada Pilpres tahun 2024. “Desa menjadi wilayah pertarungan untuk memperebutkan suara,” ungkap Zainal.Munculnya film dokumenter Dirty Vote mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi aktif dalam Pemilu dan menjaga integritas demokrasi.

Sejumlah data dan informasi disajikan dalam film tersebut merupakan potret atas apa yang terjadi belakangan ini. Film yang berdurasi hampir dua jam ini akan sedikit membosankan bagi masyarakat yang tidak terlalu mengikuti politik. Hal ini dikarenakan penyampai fakta dan data berbentuk presentasi. Namun, jika disimak lebih dalam akan membuat masyarakat lebih peka terhadap rezim saat ini dan permasalahan yang terjadi di bangsa Indonesia.

Pada bagian awal film, disampaikan bahwa film ini bersifat netra, tetapi politik tentunya tidak ada yang tidak kotor, tetap ada ‘counter-counternya’ dan unsur kepentingan. Film ini ditayangkan di masa tenang yang seharusnya bertujuan memberi kesempatan bagi para pemilih berpikir secara tenang dan objektif. Para pemilih diharapkan mempertimbangkan pilihannya tanpa tekanan.14 Februari 2024 akan menjadi sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Semua warga Negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk memilih pemimpinnya. Pilihan presiden boleh beda, tetapi persatuan tetap harus dijaga.

You may also like