Khamenei Wafat di Tengah Eskalasi Serangan, Iran Umumkan Berkabung Nasional
Medan, Persma Kreatif – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia di tengah rangkaian serangan yang terjadi di Teheran. Media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut dan menyatakan negara memasuki masa berkabung nasional selama 40 hari. Informasi ini juga diberitakan sejumlah media nasional dan internasional.
Dilansir dari CNN Indonesia (1/3/2026), sejumlah media pemerintah Iran seperti Fars News Agency, Tasnim News Agency, dan Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran “telah mencapai syahid”. Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi melalui siaran televisi nasional. Sehubungan dengan peristiwa itu, pemerintah Iran langsung mendeklarasikan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan.
Sayyid Ali Hosseini Khamenei lahir pada 1939 di Mashhad. Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran pada periode 1981–1989. Dalam struktur politik Iran, Pemimpin Tertinggi merupakan otoritas tertinggi negara yang memiliki kewenangan atas militer, kebijakan luar negeri, serta lembaga-lembaga strategis.
Selama masa kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai ketegangan geopolitik, khususnya dengan Amerika Serikat dan Israel. Isu program nuklir, sanksi internasional, serta dinamika konflik di kawasan Timur Tengah menjadi bagian dari perjalanan politiknya. Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan militer kembali meningkat menyusul serangan yang dilaporkan menyasar sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, hubungan Iran dan Amerika Serikat telah diwarnai konflik panjang sejak Revolusi Iran 1979 yang berkembang menjadi ketegangan politik, sanksi ekonomi, hingga perang bayangan di kawasan Timur Tengah. Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kerap dikaitkan dengan kekhawatiran atas pengembangan program nuklir serta dinamika keamanan regional yang melibatkan sekutu-sekutu Iran di kawasan.
Sementara itu, menurut laporan detikcom, kantor berita Fars menyebut Khamenei meninggal dunia saat serangan terjadi. Pemerintah Iran kemudian memperketat keamanan nasional dan menyerukan persatuan masyarakat di tengah situasi yang dinilai genting.
Respons masyarakat Iran dilaporkan beragam. Media pemerintah menampilkan suasana duka dan penghormatan, sementara sejumlah laporan lain menyebut adanya reaksi berbeda di beberapa wilayah perkotaan. Hingga berita ini diturunkan, situasi politik dan keamanan Iran masih terus berkembang dan menjadi perhatian dunia internasional.
