Share

Istana Maimun: Ikon Bersejarah di Kota Medan

Penulis: Yosia

Seekor capung yang semula hinggap di bunga warna merah jambu perlahan terbang, bergabung dengan segerombolan capung lain di bawah langit Kota Medan yang terik. Dibawahnya, sekelompok pengunjung tertawa sambil mengabadikan momen kebersamaan di depan bangunan bercorak khas dengan dominasi warna kuning yang mencolok. Bangunan itu berdiri anggun seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Melayu di tanah Deli.

Bangunan tersebut adalah Istana Maimun, salah satu ikon bersejarah di Medan. Istana ini menjadi simbol kejayaan dan warisan budaya Kesultanan Deli yang dibangun pada tahun 1888 dan selesai pada 1891 di bawah pemerintahan Sultan Ma’mun Al Rasyid. Berlokasi di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, bangunan ini memukau dengan perpaduan arsitektur Melayu, Islam, dan Eropa yang berpadu harmonis. Warna kuning yang mendominasi bangunan melambangkan kebesaran dalam budaya Melayu.

Memasuki bagian dalam istana, pengunjung disambut deretan keris yang dipajang sebagai jejak sejarah Melayu. Lampu gantung megah menghiasi langit-langit ruangan, sementara dindingnya dipenuhi ornamen bercorak khas serta lukisan wajah para Sultan Deli. Melalui lukisan tersebut, pengunjung dapat mengenal sosok sultan beserta permaisurinya. Selain itu, terdapat lemari kaca yang di dalamnya tersimpan pakaian dan sepatu yang pernah digunakan oleh Sultan Deli dan permasurinya.Setiap sudut menghadirkan nuansa historis yang seakan membawa kembali ke masa ketika Kesultanan Deli masih berjaya.

Suasana tersebut juga tampak dari aktivitas para pengunjung. Di salah satu sudut ruangan, seorang pengunjung tampak khusyuk membaca papan informasi tentang Kesultanan Deli, seolah merangkai kembali potongan kisah masa lalu yang terpampang di dinding.

Tidak hanya itu, di dalam istana terdapat pedagang yang menyediakan jasa penyewaan busana adat Melayu lengkap dengan aksesorinya, sehingga para pengunjung dapat berfoto di depan singgasana Sultan Deli yang berwarna kuning terang dengan pakaian adat melayu yang menghadirkan pengalaman wisata yang lebih dekat dengan nuansa budaya Melayu.

Selain koleksi benda-benda bersejarah, istana ini juga dikenal dengan legenda Meriam Puntung yang berada di bangunan kecil di area halaman. Sebagian masyarakat percaya meriam tersebut merupakan senjata perang sakti. Ada pula yang mengaitkannya dengan kisah “Putri Hijau” yang konon menjelma menjadi meriam untuk melindungi istana dari serangan musuh.

Daya tarik inilah yang membuat Istana Maimun tidak pernah sepi pengunjung. Tak hanya warga Medan, wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara turut datang untuk menyaksikan langsung peninggalan sejarah ini.

Tawa pengunjung, langkah kaki yang hilir-mudik, serta kilatan kamera menjadi tanda bahwa Istana Maimun bukan sekadar bangunan tua yang menyimpan cerita masa lalu. Ia adalah ruang tempat sejarah Melayu dan legenda bertemu, tetap berdiri tegak di tengah hiruk-pikuk kota modern. Di sanalah warisan itu terus hidup dalam cerita, dalam foto-foto pengunjung, dan dalam ingatan yang dijaga bersama.

You may also like