Dari Surat ke Cerita: Wajah Baru Pos Bloc Medan
Medan, Persma Kreatif – Bangunan dengan arsitektur tua yang masih berdiri kokoh dengan langit- langit tinggi dan dinding tebal yang menyimpan banyak cerita. Cerita yang dahulu dikemas dalam kata-kata tertulis, dibungkus dalam paket-paket harapan dari penjuru Indonesia. Kini, Pos Bloc Medan menjadi semacam ukiran sejarah yang kembali hidup, menghidupkan kenangan orang dahulu tentang bagaimana manusia pernah saling terhubung lewat tulisan.
Saat memasuki bagian dalam, pengunjung tidak hanya merasakan suasana hangat, tetapi juga langsung berhadapan dengan jejak masa lalu yang masih dipertahankan. Di salah satu bagian, terdapat pengenalan singkat tentang perkembangan layanan pos, mulai dari pembangunan Jalan Raya Pos oleh H.W. Daendels pada 1811, penerbitan prangko pertama bergambar Willem III pada 1864, hingga perjalanan Pos Indonesia menjadi layanan modern seperti sekarang. Bagi pengunjung, informasi itu bukan sekadar pajangan, tetapi pengingat bahwa tempat ini pernah menjadi pusat komunikasi yang begitu penting.
Pengunjung yang berjalan lebih jauh akan menemukan berbagai benda lama yang masih tersimpan rapi. Mesin stempel, timbangan surat, dan mesin ketik berdiri diam di sudut ruangan, seolah baru saja selesai digunakan. Di dekatnya, koleksi prangko dipajang dalam etalase kaca, mulai dari prangko pertama Hindia Belanda, prangko edisi shio Tiongkok, prangko cerita rakyat, hingga prangko bertema Harry Potter. Tak sedikit pengunjung yang berhenti sejenak, memperhatikan detailnya, bahkan mengabadikannya dengan kamera ponsel.
Di bagian belakang, deretan loker penyimpanan surat masih tersusun rapi dengan nomor-nomor yang berjejer. Dahulu, loker-loker itu menjadi tempat singgah sementara bagi surat sebelum sampai ke tujuan. Kini, justru menjadi salah satu sudut yang paling sering menarik perhatian pengunjung, bak kotak waktu yang membawa imajinasi kembali ke masa ketika surat menjadi satu-satunya penghubung jarak. Namun, suasana di dalam bangunan ini tidak sepenuhnya diam dalam masa lalu saja. Ruang yang dulunya dipenuhi aktivitas pengiriman surat, kini
dipenuhi kehidupan baru. Kafe dengan aroma kopi yang khas, berbagai jajanan, hingga photobooth menghadirkan suasana yang lebih hidup. Pengunjung datang dengan berbagai tujuan, ada yang sekadar berjalan melihat-lihat, ada yang duduk santai bersama teman, dan ada pula yang datang untuk menikmati suasana sambil mengabadikan momen.
