Fanthasmagoria Art Exhibition+ Suguhkan Labirin Khayalan Lewat Seni dan Imajinasi
Medan, Persma Kreatif – Mengusung tajuk “Labirin Khayalan”, Fanthasmagoria Art Exhibition+ hadir sebagai ruang eksplorasi imajinasi yang mengaburkan batas antara mimpi, logika, dan absurditas. Pameran seni ini diselenggarakan pada 24–25 Mei 2025, mulai pukul 10.00 WIB pagi hingga selesai, berlokasi di Tengah People & Space Hall, Minggu, (25/05/2025).
Beragam kegiatan kreatif turut meramaikan acara ini, mulai dari pameran karya seni, sketsa on the spot, workshop mini batik, musikalisasi puisi, talkshow, hingga lukisan dan musik langsung yang menghidupkan suasana.
Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran ini adalah lukisan berjudul “Academic Corruption” karya Alfriendeus Tarigan, mahasiswa Seni Rupa Stambuk 2022, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unimed.
Proses pembuatan lukisan ini memakan waktu sekitar 5–7 hari. Lukisan ini hadir sebagai bentuk kritik sosial terhadap fenomena maraknya korupsi yang justru dilakukan oleh mereka yang berpendidikan.
“Inspirasi datang ketika saya menyadari bahwa pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan. Seolah-olah jika ingin melakukan korupsi dalam angka yang besar, harus berpendidikan dulu,” ujar Alfriendeus saat diwawancarai tim Persma Kreatif.
Lukisan tersebut menampilkan diagram batang yang menggambarkan angka korupsi dari yang tertinggi hingga terendah, dengan angka 968,5 triliun rupiah sebagai angka tertinggi yang mencolok.
Latar berantakan dalam lukisan itu melambangkan bahwa tidak ada tempat yang istimewa untuk tindakan korupsi. Warna merah padalatar juga dipilih untuk mewakili keberanian, tantangan, serta tuntutan akan hukuman tegas.
Menurut Alfriendeus, lukisan ini lahir secara spontan dari keresahan pribadi akan kondisi korupsi di tanah air, menggantikan konsep lukisan sebelumnya yang telah dirancang.
“Harapannya lewat lukisan ini, kita harus lebih berani menyuarakan aspirasi, termasuk terhadap ketidakadilan yang terjadi,” tambahnya.
Melalui Fanthasmagoria Art Exhibition+, para seniman muda Unimed tak hanya menampilkan karya visual, tetapi juga menyuarakan pesan-pesan kritis lewat seni yang menggugah kesadaran.
Editor: Nency
