Peringati Hari Pers Nasional, PWI : Potensi Perkebunan Kelapa Sawit perlu diperhatikan di Sumatera Utara
Medan, Persma Kreatif – Rabu, 8 Januari 2023, Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah pada Hari pers Nasional tahun 2023...
Medan, Persma Kreatif – Rabu, 8 Januari 2023, Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah pada Hari pers Nasional tahun 2023...
Medan, Persma Kreatif – Mahasiswa Fakultas Seni dan Desain Universitas Potensi Utama menggelar acara pameran seni di Auditorium Gedung B...
Medan, Perma Kreatif – Pers Mahasiswa PIJAR USU menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) tahun 2023 dengan mengusung tema “Dasar-dasar...
Medan, Persma Kreatif — Prodi Pendidikan Seni Rupa Unimed mengadakan pameran seni di Galeri Unimed yang dibuka dari tanggal 12 hingga...
Naskah “Pelajaran” menceritakan mengenai kisah tiga tokoh, yaitu seorang profesor sebagai tokoh utama, murid sebagaitokoh sekunder, dan asisten rumah tangga sebagai tokohpembantu. Profesor dalam naskah ini memiliki watak egois dan selalu merasa benar. Selain itu, dia suka memperlakukanmurid-muridnya semena-mena, bahkan sampai membunuh ketika mereka tidak sependapat dengan apa yang dikatakannya Ada beberapa kodefikasi-kodefikasi yang menjadi refleksibagi penontonnya. Dalam pertunjukan tersebut, kita bisamelihat bagaimana seorang profesor memberikan metodepembelajaran yang salah bagi peserta didiknya. Bagaimanapula peserta didik harus survive dengan materi-materi yang diajarkan. Kesalahan metode tersebut melahirkan sebuahkejahatan bahkan penindasan. Di akhir cerita, kodefikasi juga digambarkan pada suatu scene di mana ada sebuah buku dan di balik itu ada mayat. Memperlihatkan bahwa orang yangberpendidikan tinggi sekalipun juga memiliki kebusukandalam dirinya. Pertunjukan ini tidak akan bisa terlaksana apabila tidakdilakukan riset secara langsung. Proses pembuatanpementasan ini memakan waktu kurang lebih enam bulandimulai dari proses analisis, riset budaya, pengumpulan data, casting, mengembangkan watak tokoh, hingga pemindahankodefikasi sosial ke dalam seni pertunjukan. Berbagai elemenseperti bahasa, sosial, dan budaya dijadikan satu dan dikemasdengan rapi ke dalam dunia acting. Frisdo Ekuardo menyampaikan harapannya semoga karya inimampu menjadi refleksi tersendiri baik bagi peserta didik dan pendidik. Pementasan ini menjelaskan kepada kita bahwapendidikan sejatinya harus memerdekakan pikiran mahasiswa. Bukan malah menjadi suatu industri yang menghentikanpikiran dan mematikan daya kreatifitas serta imajinasimahasiswa. “Bagaimana seorang pendidik dan mahasiswa itu sendiri tidakboleh menganggap kebenaran itu mutlak. Jika kebenaran itufinal, jika pembelajaran itu final, kita akan menjadi buas, karena kita akan merasa benar itu adalah diri kita, kita harusmenjadi subjek, sama sama menjadi subjek, bagaimana kitamelihat objek bersama, mahasiswa dan dosen harus mampumelihat objek dengan jelas dan bagaimana kita merumuskanhal itu secara seksama untuk mendapatkan sebuah hasil,” tutup Frisdo di akhir sesi wawancara. Kru:...
Medan, Persma Kreatif — North Sumatera Youth Tobacco Control Movement (NSYTCM) menggelar kegiatan pelatihanyang mengusung tema “ North Sumatera Youth Tobacco Control : Young People Come Together to Speak Truth”. Kegiatan inidilakukan di Hotel Grand Impression selama dua hari padaSabtu dan Minggu,...
Medan, Persma Kreatif — BRI (Bank Rakyat Indonesia), Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar acara bertajuk Festival Pasar Senyum...
Medan, Persmakreatif— Minggu (02/10/2022), Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Ar-Rahman Universitas Negeri Medan (UNIMED) melaksanakan Training Eskalasi (TESLA) 1 Tahap...
Medan, Persma Kreatif — Bank Indonesia (BI) mengadakan event Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2022. Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2022 merupakan salah satu wujud sinergi,...
Medan, Persma Kreatif — Istana Qur’an melaksanakan kegiatan Open House pada Sabtu, (24/9) di Mesjid Baiturrahman Unimed. Kegiatan open house kali ini mengusung tema “Welcome to Unlimited...