12.9 C
New York

Mahasiswa Fakultas Seni dan Desain Universitas Potensi Utama Menggelar Pameran Seni ‘Nama Rupa’ dengan Mengangkat Isu Keresahan Sosial

Published:

Medan, Persma Kreatif – Mahasiswa Fakultas Seni dan Desain Universitas Potensi Utama menggelar acara pameran seni di Auditorium Gedung B Lantai 4, Universitas Potensi Utama yang dibuka mulai tanggal 17-18 Januari 2023 dari pukul 09.00-17.00 WIB.

Pameran ini digelar oleh Mahasiswa Fakultas Seni dan Desain dari berbagai Program Studi, antara lain Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Film dan Pertelevisian, serta Desain Interior yang saling berkolaborasi antar satu sama lain sehingga membentuk sebuah program bernama “Nama Rupa”. Melalui program Nama Rupa, Mahasiswa Fakultas Seni dan Desain bekerjasama dengan sebuah akademi untuk mendatangkan pihak penyelenggara pameran Usmar Ismail dari Bukittinggi, berharap acara ini dapat terselenggara dengan lebih maksimal. Tak hanya itu, dalam pameran ini terdapat 200 karya, 30 di antaranya berasal dari masyarakat umum dan selebihnya berasal dari karya mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior.

Konon, acara pameran seni ini rutin diadakan setiap Ujian Akhir Semester (UAS). Namun, berbeda dengan pameran-pameran yang telah terlaksana sebelumnya, kali ini mahasiswa Fakultas Seni dan Desain mengadakan pertunjukan yang cukup megah dengan acara ceremonial yang cukup rapi, mulai dari acara yang dibuka dan diresmikan oleh pihak Dinas Pariwisata Kota Medan, pementasan drama dari Prodi Film dan Pertelevisian, serta adanya live painting oleh Haji Muharsa Pamungkas, salah seorang mahasiswa DKV. Sebuah lukisan ekspresi wajah dengan sebelah mata yang menghitam berhasil menarik perhatian pengunjung.

“Lukisan yang saya buat ini merepresentasikan ekspresi yang terpendam di dalam diri kita. Kita takut untuk speak-up saat melihat isu-isu keresahan sosial yang terjadi di sekitar kita. Bahkan, ketika kita merasakan isu itu sendiri, kita ragu untuk membagi perasaan dan pandangan kita kepada orang-orang yang kita kenal hanya karena kita sudah termakan doktrin ‘tidak ada yang peduli dengan nasib korban’, sekalipun kita berbicara di depan khalayak dan orang yang berkepentingan. Saya harap siapapun yang melihat lukisan saya dapat mengerti pesan yang saya sampaikan di dalamnya. Jika pameran seni ini diadakan lagi di tahun-tahun ke depan, saya berharap panitia pelaksana dapat mengangkat tema yang lebih ceria, karena isi dari sebuah pameran tidak hanya soal kesedihan dan keresahan, namun juga kebahagiaan dan keceriaan,” ungkap Haji saat diwawancarai oleh reporter.

Andre selaku Koordinator Acara berharap pameran seni ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dengan beragam acara yang lebih besar, meriah, dan dapat melaju ke tahap internasional. Suatu kebanggaan baginya, acara pameran ini adalah pameran terbesar selama berdirinya Universitas Potensi Utama.

Kru : Fatim dan Dewi

Related articles

Recent articles