Share

19 Mahasiswa Unimed Lolos GSA 2026, Siap Gaungkan Literasi Digital di Kampus

Medan, Persma Kreatif — Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) berhasil lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA) 2026. Pencapaian ini menempatkan mereka sebagai bagian dari peserta terpilih secara nasional yang akan berperan dalam mendorong literasi digital serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di lingkungan kampus.

Program GSA merupakan inisiatif dari Google Indonesia yang bertujuan menjaring mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menjadi perwakilan dalam memperkenalkan teknologi dan ekosistem digital di kampus masing-masing. Dari lebih dari 81.000 pendaftar, hanya sekitar 2.000 peserta yang berhasil lolos melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, mulai dari penilaian kemampuan, kreativitas, hingga potensi dampak yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar.

Salah satu peserta, Christin Angeline Laia, menyebut bahwa GSA menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata di bidang teknologi.

“Kami berperan sebagai jembatan antara Google dan kampus, membantu mahasiswa agar lebih memahami dan memanfaatkan teknologi dalam mendukung kegiatan akademik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Andre Marcelino Simamora. Ia menilai proses seleksi GSA tahun ini cukup menantang, mengingat tingginya jumlah pendaftar dari seluruh Indonesia.

“Ada banyak tahapan yang harus dilalui, seperti wawancara, self-recorded interview, hingga tantangan membuat konten. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” jelasnya.

Setelah dinyatakan lolos, para peserta GSA memiliki berbagai tanggung jawab, mulai dari membuat konten edukatif di media sosial hingga menyelenggarakan kegiatan di kampus untuk memperkenalkan teknologi dan ekosistem Google. Mereka juga diharapkan mampu mengedukasi mahasiswa agar dapat memanfaatkan teknologi, khususnya AI, secara bijak sebagai alat bantu, bukan sebagai ketergantungan.

Adapun 19 mahasiswa Unimed yang berhasil lolos GSA 2026 berasal dari berbagai fakultas, yaitu:

  1. Christin Angeline Laia – FMIPA
  2. Meria Yustinus Sihaloho – FMIPA
  3. Gabriel Josua Saputra Siregar – FIS
  4. Fanden Batara Damanik – FMIPA
  5. Rasyika Hilmia Hsb – FMIPA
  6. Ulil Hidayah – FMIPA
  7. Pujaliantari Sinaga – FE
  8. Natasya – FIP
  9. Lucky Marcelino Firdaus – FMIPA
  10. Andre Marcelino Simamora – FIS
  11. Dinda Sabrina – FBS
  12. Elsa Hotmaida Sitompul – FBS
  13. Rizka Arni Sagala – FBS
  14. Sastha Immanuella Sitanggang – FBS
  15. Iccaliona Marbun – FIS
  16. Putri Anggini – FBS
  17. Nuraini Natasya – FMIPA
  18. Finny Aprilia Yulanda – FMIPA
  19. Dona Febriana Pulungan – FIS

Para mahasiswa ini membawa semangat yang sama, yakni mendorong pemanfaatan teknologi secara inklusif di lingkungan kampus. Melalui program ini, mereka berharap dapat membuka ruang bagi mahasiswa lain untuk lebih aktif mengeksplorasi teknologi serta mengembangkan keterampilan di luar ruang kelas.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan era digital.

You may also like