Share

HMJ Bahasa Asing Unimed Gelar Seminar “Speak to Lead”, Dorong Mahasiswa Percaya Diri Berkomunikasi

Medan, Persma Kreatif — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Asing Universitas Negeri Medan menggelar seminar kepemimpinan dan public speaking di Aula Digital Library Unimed (28/04/2026).

Seminar ini mengusung tema “Kepemimpinan dan Public Speaking”dengan subtema “Speak to Lead: Membangun Kepemimpinan Melalui Komunikasi yang Berpengaruh”.

Kegiatan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi yang efektif sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang percaya diri dan berdampak.

Ketua panitia, Rindani Syahfitri, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan salah satu program kerja HMJ Bahasa Asing yang dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia organisasi maupun dunia kerja,” ujarnya.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum. dan Rizki Arif Rianda, S.Pd., CPS, yang memberikan materi serta motivasi terkait pentingnya public speaking dalam membentuk seorang pemimpin.

Sebanyak 329 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama seminar berlangsung.

“Acara berjalan dengan lancar. Kendala yang ada masih bisa ditangani dengan baik oleh panitia,” tambah Rindani.

Ketua Umum HMJ Bahasa Asing, Cinta, mengatakan bahwa seminar ini berangkat dari keresahan terhadap masih banyaknya mahasiswa yang kurang percaya diri untuk berbicara di depan umum.

“Padahal kemampuan komunikasi itu sangat penting, terutama jika ingin menjadi pemimpin. Kami ingin mendorong mahasiswa agar berani menyampaikan ide dan tidak takut tampil,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Litbang dan Kaderisasi HMJ Bahasa Asing yang telah dipersiapkan selama tiga bulan.

Ke depan, HMJ Bahasa Asing berharap seminar ini dapat memberikan dampak nyata dan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kami berharap peserta bisa menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, baik di perkuliahan, organisasi, maupun dunia kerja,” tutupnya.

You may also like