HMJ PPKn Unimed Gelar Diskusi Publik HAM, Soroti Kebebasan Berpendapat dan Manajemen Aksi
Medan, Persma Kreatif — Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMJ PPKn) Fakultas Ilmu Sosial Unimed sukses menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik Hak Asasi Manusia (HAM) di Teras Gelanggang Haji Anif Unimed pada Jumat, (17/04/26)
Diskusi ini mengangkat tema “Kebebasan Berpendapat dan Manajemen Aksi,” yang menghadirkan dua pembicara, yaitu Bukhori dan Hafidz. Pada kesempatan ini, dua pembicara membahas pentingnya kesadaran kritis mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Ketua HMJ PPKn, Dipo Wiswatama, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keresahan mahasiswa terkait berbagai isu kampus, khususnya persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Meskipun pada awalnya diskusi direncanakan fokus pada isu tersebut, perubahan narasumber membuat topik diperluas ke ranah yang lebih umum, yakni HAM dalam konteks nasional dan internasional.
“Awalnya kami ingin mengangkat isu UKT sebagai bentuk aspirasi mahasiswa. Namun, karena adanya kendala pada narasumber, akhirnya tema diskusi lebih diarahkan pada pembahasan umum tentang HAM, khususnya kebebasan berpendapat,” ujar Dipo.
Dalam diskusi, Bukhori dan Hafidz menekankan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak dasar yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa, namun tetap harus dijalankan dengan etika, tanggung jawab, dan pemahaman yang matang.
Selain itu, manajemen aksi juga menjadi hal penting agar penyampaian aspirasi dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan konflik yang tidak perlu.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ahmad Fauzi Marpaung, menyampaikan bahwa kegiatan ini secara khusus menyasar mahasiswa semester awal. Menurutnya, mahasiswa di tingkat tersebut masih cenderung ragu dalam menyampaikan pendapat.
“Kami berharap diskusi ini dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa, terutama mahasidwa semester dua dan empat untuk mulai berani berpendapat, minimal di lingkungan kelas terlebih dahulu,” ungkap Fauzi.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan kampus, baik melalui diskusi maupun aksi yang terorganisir dengan baik.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, seperti sulitnya menghadirkan peserta dari berbagai fakultas, kegiatan ini tetap berjalan dengan lancar. Ke depan, panitia berencana mengadakan diskusi lanjutan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya kritis di kalangan mahasiswa.
Dengan terselenggaranya diskusi ini, HMJ PPKn berharap mahasiswa tidak hanya memahami hak kebebasan berpendapat, tetapi juga mampu mengelola aksi secara bijak dan konstruktif demi kemajuan bersama.
