Cuaca Ekstrem, 12 Kabupaten/Kota di Sumut Terendam Banjir
Medan, Persma Kreatif — Hujan berintensitas tinggi yang melanda Sumatra Utara sejak awal pekan menyebabkan banjir dan longsor di sedikitnya 12 kabupaten/kota. Daerah terdampak meliputi Mandailing Natal, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Padangsidimpuan, Sibolga, dan Langkat.
BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumut pada 22–27 November 2025. Cuaca di sebagian besar daerah diprakirakan berada pada kondisi hujan ringan hingga sedang, dengan suhu harian 17–31°C dan kelembapan 80–99%.
Wilayah pantai barat seperti Tapanuli Tengah, Kepulauan Nias, dan Sibolga cenderung berawan dengan peluang hujan ringan. Sementara daerah dataran tinggi, termasuk Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, dan Tapanuli Utara, mengalami suhu lebih rendah di kisaran 15–24°C dengan potensi kabut di beberapa titik.
Di kota besar seperti Medan, Binjai, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Tebing Tinggi, dan Tanjungbalai, hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, disertai peluang hujan petir pada pertengahan pekan. Wilayah timur dan selatan, termasuk Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Batu Bara, Mandailing Natal, Labuhanbatu, dan Padang Lawas, juga mengalami cuaca bervariasi antara berawan hingga hujan sedang.
Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, terdapat 148 kejadian bencana alam di Sumut pada 24–26 November 2025. Rinciannya meliputi 86 longsor, 53 banjir, 7 pohon tumbang, dan 2 puting beliung.
“Total korban mencapai 175 orang, terdiri dari 34 meninggal dunia, 77 luka ringan, 11 luka berat, 52 orang masih dalam pencarian, dan 1.168 orang mengungsi,” ujarnya, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (27/11).
BPBD Sumut bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak, melakukan pencarian korban hilang, memenuhi kebutuhan pengungsi, serta membangun posko tanggap darurat.
Ferry mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi.
