1000 Guru Medan: Menyemai Asa di Pelosok Negeri
Medan, Persma Kreatif – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai jaminan untuk mendapatkan kesempatan pendidikan dengan kualitas pendidikan yang merata. Namun, hingga saat ini banyak wilayah terpencil di Indonesia belum mendapatkan kualitas pendidikan yang sama seperti layaknya pendidikan di kota-kota besar. Menurut data BPS tahun 2023, jumlah anak yang tidak sekolah di daerah perdesaan untuk SD 1,12%, SMP 8,45%, dan SMA/Sederajat 26,06% . Jumlah ini tentunya jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah anak tidak sekolah yang tinggal di perkotaan, terdiri dari SD 0,32%, SMP 5,82%, dan SMA/Sederajat sekitar 18,50%. Data ini menunjukkan bahwa masih belum meratanya pendidikan di Indonesia.
Ketidakmerataan pendidikan di pelosok Indonesia disebabkan beberapa kendala, seperti: kurangnya fasilitas dasar seperti ruang kelas, kondisi bangunan sekolah yang rusak dan tidak layak, kurangnya guru yang berkualitas, akses ke sekolah yang sulit, kurangnya sinyal internet dan masih banyak kendala lainnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pelosok, pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, salah satunya dengan mengikuti komunitas 1000 Guru. 1000 Guru hadir untuk menginspirasi anak-anak di pedalaman dan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan minat anak-anak untuk bersekolah dan meraih cita-citanya. Didirikan oleh Jemi Ngadiono, komunitas ini bersifat NGO (Non Governmental Organization). Berpusat di Jakarta, komunitas 1000 Guru sudah bergerak selama 12 tahun dan menyebar ke 32 provinsi di Indonesia.
Memiliki tagline: travelling and teaching, melalui komunitas 1000 guru kita tidak hanya mengajar namun juga dapat mengeksplor tempat wisata yang ada di Indonesia. Meskipun bernama 1000 Guru, namun relawan dari komunitas ini tidak hanya guru, ada yang berprofesi sebagai dokter, bidan, pegawai swasta/negeri, mahasiswa dan bahkan pelajar, salah satunya Miyzan Faudiy Harahap atau yang kerap disapa Miyzan. Ia telah mengikuti komunitas ini sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga sekarang di umurnya yang menginjak 26 tahun ia menjabat sebagai ketua regional Sumatera Utara dan bertanggungjawab atas 1000 Guru Medan. Menurutnya selain dapat menambah pengalaman menjadi relawan, ia juga dapat menambah wawasan dan relasi dengan mengikuti program 1000 Guru.
“Aku tertarik ikut 1000 Guru Medan selain menjadi relawan juga bisa healing dan bisa menambah koneksi,” ungkapnya.
2 program utama yang dapat kalian ikuti ketika menjadi relawan, yaitu: pertama, TnT (Travelling and Teaching), program ini dilaksanakan selama 3 hari dan terdapat berbagai kegiatan, mulai dari mengajar, memberikan donasi ke sekolah, murid atau masyarakat setempat, serta pengobatan gratis. Kedua, TnG (Teaching and Giving), program ini mirip seperti travelling and teaching namun hanya dilakukan dalam satu hari dan dilakukan di kampus atau sekolah-sekolah. Ketiga, Moral Campaign merupakan salah satu program tambahan dimana komunitas ini melakukan promosi ke sekolah-sekolah dan mengajarkan bagaimana agar anak-anak dapat menghargai dan menghormati profesi guru.
Selama 9 tahun keberadaannya, 1000 Guru Medan telah memberikan dampak positif bagi pendidikan di Sumatera Utara, seperti:
- Peningkatan minat belajar anak-anak. Kegiatan-kegiatan menyenangkan dan interaktif yang dilakukan oleh para relawan berhasil menarik minat belajar anak-anak.
- Memperluas wawasan. Anak-anak di daerah terpencil mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, sehingga memperluas wawasan mereka.
- Peningkatan kualitas pendidikan. Dengan hadirnya relawan 1000 Guru Medan membantu guru-guru setempat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Meskipun dalam pelaksanaannya masih terhalang dengan beberapa kendala seperti sulitnya akses transportasi ke daerah-daerah terpencil, akses sinyal yang sulit, bahkan terkadang di beberapa daerah juga tidak ada listrik dan air. Namun, dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan 1000 Guru Medan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia. “Semoga 1000 guru medan tetap bisa membantu dan menginspirasi anak-anak tidak hanya yang berada di pelosok tapi juga anak-anak yang berada di Medan dan sekitarnya, yang ingin ikut berpartisipasi untuk menjadikan pendidikan di Indonesia jadi lebih baik,” tutur Miyzan selaku ketua regional Sumatera Utara.
