Share

Menilik Sejarah Tanah Batak Melalui Patung Makam Raja Sidabutar

Medan, Persma Kreatif–Desa Tomok, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara merupakan daerah yang penuh akan sejarah perjuangan masyarakat Batak. Tidak heran, Desa ini dijadikan tempat wisata yang bisa dikunjungi oleh setiap orang dari penjuru dunia. Untuk mencapai desa ini, pengunjung perlu menyebrangi danau Toba menggunakan kapal penyebrangan hingga sampai di Pelabuhan Penyebrangan Tomok.

Sesampainya disana, pengunjung akan disambut oleh para pedagang yang menjual beranekaragam pernak-pernik dan oleh-oleh khas Samosir. Dua tempat bersejarah yang paling sering dikunjungi di Desa ini adalah Makam Raja Sidabutar dan Museum Batak.

Makam Raja Sidabutar merupakan peninggalan sejarah berupa kuburan batu yang dibangun dengan ornamen dua patung terletak di depan bawah dan belakang atas patung kepala raja sidabutar. Kedua patung ini memiliki sejarah dan filosofinya masing-masing.

Raja Sidabutar merupakan raja pertama di Samosir yang terkenal akan kekuasaan dan kesaktiannya. Setiap orang yang masih memiliki garis keturunan Raja Sidabutar pasti akan dimakamkan di area ini. Patung pertama yang terletak di bagian depan bawah kepala Raja Sidabutar merupakan patung Panglima Guru Saung Lang Meraji, seorang panglima muslim asal Aceh yang begitu disayangi Raja. Pada Patung, dapat dilihat dengan jelas bahwa tangannya terlihat menutupi tubuh bagian bawah bawah. Hal ini menjelaskan peristiwa sejarah dimana dahulu ada pantangan untuk membunuh orang dalam keadaan telanjang. Maka ketika peperangan, Panglima memerintahkan seluruh rakyat Batak untuk membuka ulos yang menutupi tubuh mereka, sehingga musuh pun tidak balik menyerang dan masyarakat Batak berhasil memenangkan peperangan tersebut. Sejak saat itu, Panglima menjadi ajudan yang begitu disayangi raja dan patungnya pun diabadikan hingga saat sekarang ini.

Patung kedua merupakan sosok seorang perempuan bernama Anting Malela Boru Damanik. Beliau merupakan mantan kekasih raja yang sangat berperan penting bagi kehidupannya. Sebagai seorang wanita tercantik di Pulau Samosir, Anting Malela banyak digaet oleh para pemuda, tidak terkecuali Raja. Namun tidak ada seorang pun yang bisa mendapatkan hatinya selain Raja. Maka, ketika hari dimana Raja melamar Anting Malela, Raja terkejut ketika beliau menolak lamaran Raja dan mengatakan bahwa sudah tidak mencintainya lagi. Ternyata, wanita tersebut telah disihir oleh Pemuda lain juga yang mencintainya. Meskipun bertepuk sebelah tangan, Raja Sidabutar tetap melanjutkan keturunannya melalui wanita lain.

Selain itu, di depan area pemakaman terdapat sebuah gapura yang dihiasi dengan ornamen cicak dan 4 payudara. Ornamen ini memiliki filosofis yang dalam bagi masyarakat Batak. 4 Payudara menggambarkan kesuburan, sementara cicak melambangkan kecerdasan, posisi cicak yang menghadap payudara merepresentasikan bahwa sejauh apapun kita berkelana, kita pasti akan kembali ke rumah kita sendiri (Ibu).

You may also like