Kohati HMI Komisariat FIS Unimed Sampaikan Orasi Lindungi Perempuan dari Kekerasan
Medan, Persma Kreatif – Kohati Komisariat FIS Unimed menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (8/3/2024). Aksi yang mereka lakukan tersebut adalah untuk memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day). Adapun tema yang diusung, yaitu “Lindungi Perempuan dari Kekerasan, Tindak Tegas pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan.”
Korps Himpunan Mahasiswa Islam-Wati Komisariat Fakultas Ilmu Sosial Unimed atau Kohati Komisariat FIS Unimed mengutarakan bahwa selama ini negara masih belum sepenuhnya melindungi dan memenuhi hak-hak perempuan, khususnya di Sumatera Utara. Kasus kekerasan pada perempuan masih lamban dan tidak serius ditangani oleh pemerintah.
“Perempuan masih belum menjadi prioritas, masih dianggap sebagai pelengkap dalam segala aspek kehidupan. Begitu juga dengan suara korban kekerasan, lambat dan cenderung tidak serius di tindak lanjuti laporannya oleh aparat penegak hukum maupun pemerintah pusat dan daerah,” ujar Nanda Yatira selaku koordinator aksi.
Pada aksi tersebut dihadirkan pula korban kekerasan terhadap perempuan, yaitu MJ. MJ merupakan seorang wanita berusia 23 tahun yanb pernah mendapat kekerasan oleh ayahnya sendiri yang berinisial A. A telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Labuhan Batu dan saat ini juga menyandang status tersangka Perzinahan. MJ sangat menyayangkan sikap PJ Gubernur Sumatera Utara yang tidak cekatan menanggapi kasus kekerasan terhadap perempuan.
“Saya menyayangkan sikap Pj Gubernur Sumatera Utara tampak tidak sedikit pun tersentuh hatinya dengan pengaduan korban kekerasan. Saya sebagai korban sangat kecewa melihat ini seolah tidak ada ruang yang adil terhadap perempuan sebagaimana yang saya alami,” ujar MJ.
MJ berharap agar ada tindakan yang tegas bagi pelaku kekerasan dan mendesak agar Pejabat Gubernur Sumatera Utara mendisiplinkan pelaku tersebut, sebagai bukti jika Pemerintah berpihak pada korban. Aksi dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Utara dan dilakukan oleh 50 orang mahasiswa yang dikawal oleh Satuan Polisi Pamong Praja serta Kepolisian Resort Kota Medan.
