Keindahan Arsitektur Masjid Raya Al-Mashun, Identitas Kota Medan
Medan, Persma Kreatif — Masjid Raya Al-Mashun atau kerap dikenal dengan nama Masjid Raya Medan merupakan peninggalan Kesultanan Deli yang megah dan sering dikunjungi wisatawan.
Masjid ini dibangun oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah dari Kesultanan Deli. Pada awalnya masjid ini sebenarnya menyatu dengan kompleks Istana Maimun yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Deli. Akan tetapi, Sultan memutuskan untuk menjadikan masjid berdiri sendiri agar lebih megah dan sakral.
Dikutip dari tempo.com, Masjid raya dirancang oleh arsitek Belanda Van Erp yang juga merancang istana Maimun, namun prosesnya dilanjutkan oleh JA Tingdeman yang juga berkebangsaan Belanda. Tak heran bila masjid ini memiliki komponen-komponen budaya asing.
Masjid ini dirancang seluas 18.000 meter, gaya arsitekturnya memadukan unsur Timur Tengah, India, dan Spanyol. Masjid ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara, dan barat.
Arsitektur yang unik inilah mengundang para wisatawan untuk datang melihat langsung kemegahan masjid raya Medan. Wisatawan yang datang tidak hanya wistawan lokal tetapi juga mancanegara. Banyak turis-turis yang datang untuk mengunjungi masjid ini.
“Waktu kecil saya lihat gambar masjid ini di buku Yasin, saya jadi punya keinginan buat mengunjunginya. Arsitektur dan Kubanya beda dari yang lain, hal inilah yang membuat masjid raya punya ciri khasnya sendiri,” ujar Aisyah, wisatawan dari Padang Lawas.
Masjid Raya Al-Mashun terus menarik perhatian, bukan hanya dari kalangan umat muslim, tetapi juga wisatawan dari berbagai latar belakang. Kemegahan masjid ini tidak luntur oleh waktu, selalu punya caranya sendiri untuk menarik hati banyak orang.
