Mahasiswa Sastra Indonesia, Benarkah Identik dengan Senja dan Kopi?
Medan, Persma Kreatif – Program Studi (prodi) Sastra adalah salah satu prodi yang mempelajari ilmu bahasa dan karya sastra. Namun prodi ini selalu dikaitkan dengan beberapa aktivitas manusia. Mahasiswa yang bukan dari jurusan sastra saja jika sedang termenung sambil melihat hamparan langit, pasti ada yang mengeluarkan ujaran “wah anak sastra banget, kurang puisinya tuh.” Dan jangan lupa dengan ujaran, “anak senja sesungguhnya, nih.” Anak sastra pasti sudah biasa dengan kalimat itu, bahkan telinganya seperti sudah kenyang.
Di zaman sekarang banyak pemuisi baru yang mengeluarkan kalimat kalimatnya di sosial media, dengan kata kopi dan senja yang diduga sudah pasaran dijual di dunia maya. Kopi yang pahit diartikan sebagai kepedihan, kepahitan, dan kesengsaraan hidup. Kopi ini dijadikan gambaran kehidupan manusia di dunia, warnanya yang pekat digambarkan bagaimana gelapnya pandangan manusia. Padahal warna kopi yang pekat ini disebabkan oleh biji kopi yang telah melalui proses pemanggangan.
Sementara senja yang kita ketahui yaitu pergantian siang dan malam. Namun dalam puisi di dunia maya, senja digambarkan tentang kepergian, dan sementara. Bukan hanya pemuisi, muda-mudi yang sedang berbunga juga memberikan gambaran yang sama.
Apakah hal ini dirasakan juga oleh mahasiswa sastra? Tentu saja tidak. Mahasiswa sastra mengapresiasi segala bentuk sastra dan menganalisis bahasa namun mahasiswa sastra tidak menjadi pelaku utama dalam dunia kesusastrawan tersebut. Mahasiswa sastra menganalisis semua seluk beluk sastra. Tidak jarang bentuk tulisan sastra yang dianalisis oleh mahasiswa sastra seperti klasik, modern, tersurah, dan tersirat.
Jarang mahasiswa sastra mempunyai tugas untuk membuat karya sastra, untuk mendapatkan tugas seperti itu biasanya mereka hanya akan mendapatkan teori-teori yang berhubungan dengan hal tersebut, lalu merangkai kalimatnya menjadi lebih indah.
Mahasiswa sastra hanya pembaca yang juga menikmati, namun diselingi dengan kritikan sebagai salah satu cara mereka mangapresiasi sastra. Dari tulisan esai ini bukankah sudah tergambar bahwa jurusan sastra bukan hanya sekedar jurusan yang menikmati kopi dan senja? Mahasiswa sastra mencintai semua bentuk kesusastraan dari segi manapun.
Penulis: Najwa Syalsabilla
#persmakreatif #persmahasiswa #esai #sastraindonesia #senjadankopi
