Share

Cinta Raih Juara II Pilmapres Wilayah LLDIKTI I, Usung Gagasan Literasi Terapung

Medan, Persma Kreatif — Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed). Cinta sukses meraih Juara II dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat wilayah LLDIKTI I yang digelar di Universitas Prima Indonesia pada 28–30 April 2026.

Dalam ajang tersebut, Cinta mewakili Unimed sebagai delegasi mahasiswa berprestasi setelah melalui proses seleksi berjenjang, mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas. Cinta merupakan mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa Prancis Unimed. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan menuju tahap wilayah bukanlah proses yang singkat.

“Prosesnya panjang, dari prodi sampai universitas. Persiapannya juga sudah mulai dari Maret, bahkan aku nyicil dari tahun lalu,” ujarnya.

Pilmapres sendiri menilai berbagai aspek, tidak hanya capaian prestasi, tetapi juga gagasan kreatif, kemampuan berbahasa Inggris, serta keterampilan berpikir kritis dan komunikasi. Peserta dituntut mampu menyampaikan ide secara sistematis sekaligus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.

Mengusung isu sosial di wilayah pesisir, Cinta menghadirkan gagasan berupa komunitas literasi bagi anak-anak yang mengalami kecanduan gadget. Ia merancang konsep “literasi terapung” sebagai ruang belajar alternatif yang dilakukan di atas perahu.

“Jadi aku bikin konsep literasi terapung di atas perahu buat anak-anak pesisir supaya mereka punya ruang belajar dan aktivitas lain selain main gadget terus,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak dapat berdampak pada perkembangan karakter, kognitif, hingga emosional jika tidak diimbangi dengan aktivitas yang lebih edukatif.

Di balik pencapaiannya, Cinta mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu di tengah padatnya aktivitas yang dijalani. Kondisi tersebut sempat membuatnya merasa kewalahan.

“Kadang sempat merasa stuck dan bingung harus nyelesain yang mana dulu,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya menikmati setiap proses sebagai kunci untuk tetap bertahan dan berkembang dalam kompetisi.Dukungan dari pihak universitas juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Selama persiapan, Cinta mendapatkan pendampingan intensif dari dosen pembimbing serta berbagai pihak yang membantu dalam penyempurnaan gagasan, presentasi, hingga evaluasi.

“Unimed sangat support, mulai dari konsep sampai evaluasi berkali-kali,” tuturnya.Ia juga menyebutkan sejumlah dosen yang turut berperan dalam proses pembimbingannya, di antaranya Ma’am Anna Tambunan, Ma’am Isli, Frau Surya, Mme Isda, Msr Andi, Pak Mansyah, Pak Choms, Pak Mangara, dan Mme Fitri.

Atas capaian yang diraih, Cinta mengaku bersyukur dan merasa puas dengan seluruh proses yang telah dilalui.

“Bisa sampai tahap wilayah saja sudah jadi pencapaian besar buat aku,” katanya.

Ke depan, Cinta akan melanjutkan ke tahap seleksi pra-nasional bersama peserta peringkat 1 hingga 4 dari tingkat wilayah. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dan mempersiapkan diri lebih matang menghadapi tahap selanjutnya.

Menutup wawancara, ia mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba dan tidak takut berkembang.

“Jangan takut untuk mulai. Kalau aku bisa, kalian juga pasti bisa,” pesannya.

You may also like