Larangan Driver Ojol Masuk Kampus Unimed Tuai Ragam Tanggapan Mahasiswa
Medan, Persma Kreatif — Kebijakan pembatasan akses bagi pengemudi ojek online (ojol) di lingkungan Universitas Negeri Medan (Unimed) menimbulkan beragam tanggapan dari mahasiswa. Sebagian mahasiswa menilai aturan ini menyulitkan aktivitas mereka, sementara pihak kampus menegaskan kebijakan tersebut diterapkan demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Petugas keamanan Unimed menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan aturan baru, melainkan peraturan lama yang kembali diberlakukan.
“Ojol sering parkir sembarangan, sementara area parkir Unimed sudah padat. Jadi ini sebenarnya peraturan lama yang kami terapkan kembali,” ujar salah satu petugas keamanan kampus.
Kepala Humas Unimed, Dr. Muhammad Surip, S.Pd., M.Si, turut memberikan klarifikasi terkait penerapan kembali kebijakan ini.
“Aturan ini sudah ada sejak dulu, hanya sempat dilonggarkan. Kini diberlakukan kembali karena aktivitas para driver sering mengganggu keamanan. Mereka kerap nongkrong di sekitar kampus dan mengganggu kenyamanan mahasiswa,” jelasnya pada Jumat (03/10).
Ia menambahkan bahwa pembahasan mengenai aturan ini sudah dilakukan sejak Februari lalu dan baru resmi diterapkan dalam beberapa waktu terakhir.
“Siapa pun boleh masuk ke Unimed, tapi tetap ada aturan tertulis dan tidak tertulis. Ojol yang mengantarkan makanan atau menjemput orang sakit tetap diperbolehkan masuk,” ungkap petugas keamanan lainnya.
Surip juga menyarankan agar pengemudi ojol tidak menggunakan atribut resmi saat berada di area kampus.
“Lebih baik driver ojol tidak memakai seragam atau jaket Gojek. Kalau pakai baju biasa, silakan saja masuk,” tambahnya.
Menanggapi keluhan mahasiswa yang memiliki fakultas jauh dari gerbang utama, pihak Humas menilai hal itu bukan alasan yang cukup kuat.
“Jalan kaki sedikit saja tidak mau, terlalu manja. Dari gerbang ke FIS itu dekat, jadi alasan itu tidak relevan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kampus belum memiliki solusi khusus terkait jarak antar-fakultas.
“Aturan ini dibuat demi keamanan dan kenyamanan bersama. Mahasiswa seharusnya bisa mempersiapkan diri agar tidak terlambat masuk kelas,” tegasnya.
Tanggapan Mahasiswa
Di sisi lain, sejumlah mahasiswa memberikan pandangan yang lebih moderat. Mereka mengakui tujuan baik dari kebijakan tersebut, namun berharap penerapannya dilakukan dengan lebih fleksibel.
Yaya, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dan Yana, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), menilai larangan ini perlu disesuaikan dengan kondisi mahasiswa.
Menurut keduanya, meskipun aturan ini dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih tertib, akses yang terlalu dibatasi dapat merepotkan mahasiswa, terutama yang fakultasnya jauh dari gerbang utama.
“Kalau harus jalan jauh untuk ambil pesanan makanan atau naik ojol, apalagi pas cuaca panas atau hujan, tentu merepotkan,” kata Yaya.
Yana menambahkan, keterbatasan akses juga bisa menjadi kendala saat waktu perkuliahan sudah mepet.
“Memang bisa dianggap olahraga kecil, tapi tetap menyulitkan kalau waktunya sempit,” ujarnya.
Keduanya menyarankan agar kampus menyediakan titik drop-off khusus bagi driver ojol di area yang strategis dan aman, misalnya di sekitar gedung auditorium atau parkiran depan biru. Dengan cara ini, pengemudi tidak perlu masuk terlalu jauh, dan mahasiswa juga tidak harus berjalan terlalu jauh.
Selain itu, mereka menilai atribut resmi ojol sebaiknya tetap diperbolehkan.
“Atribut itu justru penting untuk identifikasi. Kalau dilarang, bisa saja ada pihak yang menyamar dan malah berpotensi mengganggu keamanan,” jelas Yana.
Terkait alasan keamanan, keduanya sepakat bahwa langkah kampus untuk memperketat akses memang perlu, mengingat sering terjadi kehilangan barang di lingkungan Unimed. Namun, mereka berharap kebijakan tersebut tetap memperhatikan kenyamanan mahasiswa.
Sebagai solusi jangka panjang, mereka menyarankan agar kampus membuat titik khusus bagi driver ojol terverifikasi, sehingga aktivitas antar-jemput atau pengantaran makanan bisa tetap berjalan tertib tanpa mengganggu keamanan kampus.
