Share

Gaya Hidup Go Vegan Makin Ramai di Perbincangkan di Medsos

Medan, Persma Kreatif — Bukan cuman outfit atau lagu yang lagi tren di media sosial, sekarang isi piring juga ikut jadi bahan perbincangan banyak orang. Bukan soal rasa pedas atau manis, tapi soal apa yang layak dimakan dan apa yang yang sebaiknya ditinggalkan.

Di media sosial, tersebar video masak tanpa daging sampai slogan “Hewan adalah teman, bukan makanan.” Gaya hidup Go vegan pelan-pelan merambat masuk ke obrolan sehari-hari dan buat banyak orang mulai mikir ulang soal kebiasaan makan mereka.

Go Vegan sendiri adalah gaya hidup yang menghindari semua produk yang berasal dari hewan. Bukan cuma soal makanan, tapi juga barang seperti pakaian atau kosmetik. Orang yang menjalani gaya hidup seperti ini biasanya mengomsumsi makanan berbasis tumbuhan, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Tren ini makin cepat menyebar karena pengaruh media sosial. Banyak kreator yang membagikan
konten edukasi, resep vegan, sampai video “what I eat in a day” versi vegan. Konten-konten seperti ini membuat banyak orang penasaran dan tertarik buat mencoba, meskipun hanya sekadar mengurangi konsumsi daging.

Selain itu, Go Vegan juga sering dikaitkan dengan isu lingkungan. Banyak yang percaya bahwa mengurangi konsumsi produk hewani bisa membantu menekan dampak kerusakan lingkungan. Di kota-kota besar, makanan vegan pun kini lebih mudah ditemui, mulai dari restoran hingga
festival kuliner.

Meski begitu, tren Go Vegan juga menuai pro dan kontra. Beberapa kreator dan netizen mendukung karena dianggap lebih sehat dan peduli pada hewan. Namun, ada juga food vlogger dan kreator fitness yang berpendapat bahwa produk hewani masih dibutuhkan, terutama untuk protein dan tenaga, dan tidak semua orang cocok menjalani gaya hidup vegan.

Di kolom komentar media sosial, perdebatan soal Go Vegan sering terjadi. Ada yang mendukung dengan santai, ada juga yang merasa gerakan ini kadang terlalu memaksa. Dari
sini terlihat bahwa Go Vegan bukan sekadar soal makanan, tapi juga soal pilihan hidup.

Pada akhirnya trend Go Vegan bukan hanya karena alasan kesehatan, tapi juga karena faktor etika, lingkungan, dan kuatnya pengaruh media sosial. Mau ikut atau tidak, gaya hidup ini kembali ke pilihan masing-masing. Yang terpenting, tetap saling menghargai perbedaan pilihan.

You may also like