Gairah Sandyakala Nusantara, Angkat Drama Surealis Legenda Putri Hijau dari Suku Karo
Medan, Persma Kreatif- Sandayakala Nusantara Bersama dosen pengampu manajemen pertunjukan, Hera Khairunnisa S.Sos M.Si menyelenggarakan pementasan drama berjudul “Putri Hijau” pada Jum’at, (01/12) di Gedung Auditorium Universitas Negeri Medan.Pementasan ini merupakan project sekaligus ujian akhir pada mata kuliah manajemen pertunjukan. Acara dihadiri oleh dosen FBS, tamu undangan, dan mahasiswa baik dari UNIMED maupun umum.Drama pertunjukan ini mengangkat cerita rakyat “Putri Hijau” dari tanah karo dengan mengadaptasikannya kedalam aliran surealis dimana alur cerita seperti di dalam mimpi. Drama menceritakan seorang remaja bernama Tiur yang melanggar peraturan di sebuah museum sejarah dan pada akhirnya membawa dirinya ke masa lalu dimana kisah putri hijau di mulai. Berbagai tantangan dan gejolak yang dihadapi putri hijau seperti Ibunya yang diusir dari tanahnya sendiri ketika hamil tua dan peperangan membuat Tiur tersentuh dalam memaknai cerita rakyat. Ia kemudian berjanji untuk menjadi pribadi yang baik dan tidak sombong seperti sosok putri Hijau.
Dalam drama ini, penulis naskah juga menampilkan berbagai peran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti badut, taman, pengamen, dan mahasiswa. ” Yang unik dari pementasan drama ini adalah alirannya. Saya mengangkat cerita sejarah namun tidak membosankan, hal yang unik adalah pembaharuan dan upgradennya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.” Ujar penulis naskah, Handika Syaputra.Kegiatan ini juga merupakan bentuk kolaborasi antara anak PMM dan sasindo kelas a,b, dan c 2021. Sesuai dengan inti dari merdeka belajar, project kolaborasi ini membuat mahasiswa dapat belajar dari mana saja dan dengan siapa saja, selain itu juga dapat memperkaya dan memperluas wawasannya.
Proses pementasan yang sudah diprogram kurang lebih dua bulan ini cukup membuat para penonton terpukau. Jalannya pertunjukan juga memenuhi proses pembelajaran mata kuliah manajemen pertunjukan yang terdiri dari perencanaan, monitoring, dan evaluasi.Hera Khairunnisa S. Sos., M. Si, selaku dosen pengampu merasa senang dengan kerja keras mahasiswanya.” Luar biasa, karena ini kita tidak dapat sehari semalam, ada proses di dalamnya, dimulai dari meriset cerita, selama ini kita mengira putri hijau berasal dari melayu, namun setelah diriset ternyata ada pula di tanah karo.Hal ini menambah wawasan baru bagi kita. Disini saya juga melatih profesionalitas mereka yang nantinya akan mereka butuhkan di dunia kerja.” Ujarnya pada saat sesi wawancara.
