Bukan Sekadar Tren, Ini Dia Sejarah Makan Anggur di Bawah Meja
Medan, Persma Kreatif — Menjelang malam tahun baru, banyak tradisi unik yang muncul. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah ritual memakan 12 buah anggur. Anggur merupakan salah satu buah populer di dunia. Tekstur, ras, dan manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi buah ini membuat anggur semakin digemari banyak orang.
Tapi, pernahkah kamu mencoba memakan anggur di bawah meja saat malam tahun baru tiba? Tren ini selalu menjadi tren tahunan yang dilakukan beberapa kalangan dan dipercaya menjadi ritual yang dapat mewujudkan permintaan.
Fenomena ini dibuktikan dengan ribuan video yang ditampilkan dalam aplikasi Tiktok dan memperlihatkan para pengguna duduk di bawah meja sembari memakan anggur tepat saat hitungan mundur menuju pukul 00.00 dengan melampirkan permintaan seperti pasangan, karir hingga finansial.
Dilansir dari tirto.id Tradisi makan 12 anggur di bawah meja pada malam tahun baru adalah pengembangan dari kebiasaan lama yang berasal dari Spanyol. Dikenal sebagai uvas de la suerte atau “anggur keberuntungan,” tradisi ini dilakukan dengan memakan 12 butir buah anggur tepat saat tengah malam.
Lebih lanjut dijelaskan dalam laman The Standard, setiap butir anggur berjumlah 12, dipercaya melambangkan keberuntungan untuk masing-masing bulan di tahun mendatang.
Namun, pada tradisi aslinya orang cukup memakan dua belas anggur hijau tanpa perlu duduk atau berjongkok di bawah meja, seperti yang dilakukan pada tren. Jadi Meksiko mengreinterpretasi modern ritual tersebut dan semakin diperkuat dengan dampak menyebarnya ritual ini di media sosial.
Ada teori lain yang bersangkutan dengan tradisi ini. Yaitu, Surplus Panen (1909) bahwa produsen anggur di Alicante (wilayah tenggara Spanyol) mengalami panen besar yang berlebih pada tahun 1909. Untuk menghabiskan stok tersebut, mereka mempromosikan kampanye bahwa memakan anggur di malam tahun baru akan membawa keberuntungan.
Trend ini memberikan dampak yang besar juga bagi orang-orang yang sudah mencoba tradisi tersebut. Hal ini tidak dapat diterka secara ilmiah,
tak peduli tradisi dan kepercayaan itu, kini tradisi makan anggur di bawah meja menjadi sebuah tren. Bahkan beberapa orang dengan antusias bersiap merekam tradisi itu dan dibagikan di media sosial. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?
Penulis: Rogate & Rahmi
Editor: Fira A
