Share

Unimed Alihkan Kelas ke Growth Center, Mahasiswa Keluhkan Jarak dan Fasilitas

Medan, Persma Kreatif – Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali melakukan penyesuaian lokasi perkuliahan untuk beberapa Fakultas. Beberapa kelas dari kampus utama dialihkan ke Growth Center yang berlokasi di luar area utama Unimed.

Kebijakan yang sudah dilaksanakan pada semester sebelumnya ini bertujuan untuk meminimalisir masalah kekurangan kelas di beberapa fakultas. Akan tetapi, pengalihan gedung ini memunculkan beragam tanggapan dari mahasiswa, terutama terkait jarak, kenyamanan, dan fasilitas.

Fadya Sahira, mahasiswa Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), mengaku cukup terkejut saat mengetahui kelasnya dipindahkan.

“Awalnya saya cukup kaget dan merasa agak aneh, karena belum begitu familiar dengan gedung tersebut, apalagi letaknya berada di luar area utama Unimed,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia juga menceritakan pengalamannya mengikuti perkuliahan perdana di Growth Center. Menurutnya, lokasi kelas sempat membingungkan, suasana terasa panas karena pendingin ruangan tidak diaktifkan, serta jadwal perkuliahan mengalami beberapa revisi akibat benturan kelas.

“Fasilitas sebenarnya hampir sama dengan di kampus utama, hanya saja di Growth Center tidak ada kantin. Jadi kalau mau beli makanan harus keluar gedung dulu,” tambahnya.

Selain itu, Fadya menilai jarak antar gedung menjadi kendala tersendiri.

“Kalau ada jadwal pertama di FBS lalu berikutnya di Growth Center, waktu tempuh cukup lama. Hal ini bikin belajar jadi kurang maksimal karena fisik sudah lelah,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menilai Growth Center sebenarnya bisa menjadi solusi keterbatasan ruang kelas, asalkan pihak kampus mengoptimalkan fasilitas.

“Kalau fasilitasnya baik, mahasiswa tidak akan mempermasalahkan jarak. Mereka bisa cari cara, misalnya naik ojol atau menumpang teman,” tutup Fadya.

Senada dengan itu, Samuel, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, juga menyampaikan keberatan terkait jarak Growth Center dari kampus utama.

“Saya kurang setuju karena jarak dari Unimed ke Growth Center lumayan jauh, apalagi bagi mahasiswa yang berjalan kaki,” ungkapnya.

Namun, Samuel juga melihat sisi positif dari fasilitas yang ada.

“Pengalaman pertama saya di ruangan 60.3.15, ruangannya besar dan bersih, fasilitas juga memadai. Hanya saja, AC terkadang tidak menyala, jadi ruangan terasa panas,” ujarnya.

Menurut Samuel, pemindahan kelas ini sedikit memengaruhi semangat belajar mahasiswa.

“Terkadang kami jadi malas berpindah dari kampus utama ke Growth Center karena menguras waktu dan tenaga,” katanya.

Ia pun berharap pihak kampus dapat meniru sistem transportasi antar gedung seperti yang diterapkan di Universitas Sumatera Utara (USU).

“Kalau ada transportasi khusus, mahasiswa tidak akan terlalu terbebani,” tambahnya.

Baik Fadya maupun Samuel sama-sama berharap pihak kampus segera menemukan solusi terbaik. Mereka menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas dan kenyamanan agar perkuliahan tetap berjalan kondusif.

You may also like