15.3 C
New York

Konvensi Media Massa di Indonesia : Pers Tidak Boleh Memuji dan Melempem Pada Kekuasaan

Published:

Medan, persma Kreatif– Telah terlaksana Konvensi Media Massa pada tanggal 8 Februari 2023 di Ballroom Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan dengan mengangkat tema “Peluang Pers di Tahun yang Menantang”. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Penanggung Jawab HPN 2023 Atal S. Depari, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, dan juga Menteri Komunikasi dan Informatika RI Jhonny G. Plate.

Kegiatan ini berlangsung dan terbagi menjadi 4 sesi, dimulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore. Pada sesi keempat, dengan tema “Masa Depan Jurnalisme di Indonesia” mengundang 4 narasumber yaitu Redaktur Pelaksana Harian Kompas Adi Prinantyo, Anggota Dewan Pers Arif Zulkifli, dan turut berhadir juga Najwa Shibab dari Narasi TV. Acara ini dipandu oleh dosen Komunikasi Unika Atmajaya Jakarta, Fransiskus Sudiasis.

Arif Zulkifli menegaskan, sejatinya wartawan harus nyinyir terhadap apapun kebijakan pemerintah asal dibatasi dua hal, check and recheck. Wartawan tidak boleh pula memuji atau melempem pada kekuasaan.

Najwa dalam kesempatan itu justru mempertanyakan kemampuan media massa atau pers saat ini memulihkan lagi otoritas sebagai penyaji informasi tanpa banding. Najwa Shibab juga memberikan pernyataan mengenai tantangan media massa dalam memanfaatkan teknologi.

Media massa sendiri memiliki kekuatan kontrol sosial, salah satunya kepada pemerintah, tambah Adi Prinantyo. Keberatan terhadap pemberitaan media massa juga bagian dari kontrol sosial. Setidaknya ada tiga mekanisme yang diatur dalam UU Pers terkait keberatan terhadap media.

Adi Prinantyo optimistis jurnalisme berkualitas tidak akan ada matinya sepanjang insan-insan pers selalu menggali ide-ide kreatif.

“Mudah-mudah Hari Pers Nasional ini menjadi tonggak pengingat kita untuk terus relevan, berbenah diri, mau belajar, membongkar apa yang dipelajari dan mendapatkan ilmu yang baru, sesuatu yang sulit dan butuh kemauan besar untuk membongkar kebiasaan lama dan mencoba kebiasaan baru,” harap Najwa Shibab dalam sesi penutup.

Related articles

Recent articles