Mahasiswa Penmas Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Rumah Toga dan Pelatihan Teh Herbal
Serdang Bedagai, Persma Kreatif — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan (Unimed), menggerakkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Sukasari, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Proyek Kemanusiaan yang dilaksanakan selama satu bulan, mulai tanggal 1 hingga 30 September 2026, dengan berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan pekarangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Kegiatan diawali dengan pengamatan dan mendata kemampuan masyarakat, khususnya di Dusun V Sri Utama. Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman seperti kunyit, jahe sudah dikenal dan banyak dimanfaatkan. Namun, bunga telang masih belum dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengembangkan Rumah Bibit dan Rumah TOGA sebagai sarana belajar sekaligus ruang pemanfaatan tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain membangun dan menyusun Rumah TOGA, mahasiswa juga melaksanakan pelatihan pengolahan teh herbal berbahan dasar bunga telang bersama ibu-ibu Dusun V. Dalam pelatihan tersebut, bunga telang diolah bersama jahe, serai, lemon, dan madu menjadi minuman herbal.
Keberadaan Rumah TOGA tersebut mendapatkan tanggapan positif dari Pemerintah Desa Sukasari. Kepala Desa Sukasari menyampaikan bahwa kegiatan Proyek Kemanusiaan yang dilaksanakan mahasiswa memberikan kesan positif bagi masyarakat.
“Kegiatan Proyek Kemanusiaan ini sangat meninggalkan kesan yang baik bagi masyarakat Desa Sukasari, khususnya dengan adanya Rumah TOGA yang sudah dibangun oleh mahasiswa. Kami berharap Rumah TOGA ini dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat,” ucap Kepala Desa Sukasari.
Tanggapan positif juga turut disampaikan oleh masyarakat Dusun V Sri Utama. Seorang warga menilai keberadaan Rumah TOGA dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan tanaman menjadi minuman herbal.
“Kami merasa Rumah TOGA ini akan sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Apalagi kami juga sudah diberi pelatihan bagaimana cara mengolah tanaman TOGA menjadi minuman herbal. Jadi, pengetahuan yang diberikan mahasiswa bisa kami manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap seorang warga Dusun V Sri Utama.
Kegiatan pemberdayaan perempuan tersebut turut didukung oleh Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) yang memiliki hubungan historis dengan Desa Sukasari.
Melalui kegiatan Proyek Kemanusiaan ini, mahasiswa berharap Rumah TOGA dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang belajar, pengelolaan tanaman, dan pengembangan keterampilan, khususnya bagi perempuan. Pemanfaatan tanaman lokal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam dan merawat saja, tetapi juga dapat dikembangkan sampai ke tahap pengolahan dan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa Pendidikan Masyarakat Unimed untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan masyarakat serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
