Share

Gagas Perahu Ambulans Inklusif, Mahasiswa Unimed Lolos Pendanaan PKM-VGK 2026

Medan, Persma Kreatif- Tim mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) berhasil meloloskan ide inovatif mereka dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tim ini diketuai oleh Ramadania Syahfitri (Fisika) dengan anggota Adelia Nur Virani dan Nobel Arta Zalukhu (Pendidikan Fisika), di bawah bimbingan dosen pendamping, Rahmatsyah. Mereka mengusung gagasan berjudul “Konduksi Mitigasi Inklusif Kelompok Rentan Pasca Bencana Hidrometeorologi Ekstrem Sumatera”.

Gagasan ini lahir dari refleksi atas bencana banjir besar di Sumatera pada tahun 2025 lalu. Saat itu, proses evakuasi kelompok rentan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas yang memprihatinkan akibat keterbatasan akses dan fasilitas yang ramah difabel.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim Unimed menawarkan solusi mitigasi bencana melalui tiga pilar utama.

Solusi pertama berfokus pada penyediaan infrastruktur fisik berupa Perahu Ambulans Inklusif, yaitu fasilitas evakuasi air yang dimodifikasi dengan fitur penunjang khusus agar aman dan mudah diakses oleh lansia maupun penyandang disabilitas.

Infrastruktur ini didukung oleh pilar kedua, yakni Sistem Pendataan Terpadu, sebuah mekanisme basis data khusus kelompok rentan untuk memastikan proses prioritas penyelamatan di lapangan berjalan lebih cepat dan akurat.

Sebagai pelengkap, tim juga merancang pilar ketiga berupa Edukasi Publik, yang dikemas melalui kampanye video edukatif guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memprioritaskan kelompok rentan saat terjadi bencana.

Guna mematangkan konsep ini, tim PKM-VGK Unimed telah melakukan observasi dan wawancara langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari Alamsyah, Analis Kebencanaan Ahli Muda Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumut. Menurutnya, konsep perahu ambulans inklusif ini sangat potensial untuk diterapkan dalam membantu evakuasi korban bencana hidrometeorologi secara nyata.

Melalui program ini, tim Unimed ini berharap gagasan konstruktif mereka dapat menjadi referensi nasional dalam memperkuat sistem mitigasi bencana yang lebih inklusif, sehingga keselamatan kelompok rentan di Indonesia dapat lebih terjamin.

You may also like