Share

Sikkola Rakyat, Ruang Belajar Alternatif Untuk Anak Negeri

Caption Instagram Persma Kreatif

Caption 3 paragraf
Selengkapnya cek di www.persmakreatif.com atau unduh aplikasi persmakreatif di Google Play Store
Editor:

persmakreatif #persmahasiswa [hastag terkait berita]

Di tengah berbagai tantangan akses pendidikan di Indonesia, terutama bagi anak-anak dari komunitas marginal, hadir sebuah gerakan sosial yang membawa harapan: Sikkola Rakyat Indonesia. Gerakan ini fokus pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, dengan semangat membangun dari akar rumput.

Sikkola Rakyat Indonesia merupakan gerakan sosial yang digagas untuk menyediakan ruang belajar alternatif bagi anak-anak yang kurang terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Nama “Sikkola” sendiri berasal dari bahasa Batak yang berarti “Sekolah,” dan jika dipadukan dengan kata “Rakyat,” memiliki makna “Sekolah Rakyat.”

Memiliki konsep sederhana namun bermakna, gerakan ini hadir di tengah masyarakat untuk memberikan akses belajar, terutama di lingkungan yang seringkali diabaikan.

Diinisiasi oleh Yayasan Rakyat Indonesia Bergerak, Sikkola Rakyat menjadi wadah pengabdian berbagai relawan dari beragam latar belakang. Mereka datang dengan semangat berbagi ilmu dan menjadi bagian dari perubahan.

Relawan mengajar secara langsung, menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan relevan dengan keseharian anak-anak. Pembelajaran dilakukan dengan penuh kehangatan, seperti terlihat dari dokumentasi kegiatan yang berlangsung di rumah-rumah warga atau ruang belajar sederhana.

Kegiatan Sikkola Rakyat telah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang minim akses sekolah formal. Meski tidak terikat waktu akademik seperti sekolah formal, kegiatan belajar ini berlangsung secara rutin sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan pengajar serta peserta.

Masih banyak anak-anak di Indonesia yang belum mendapatkan hak dasar mereka untuk belajar. Faktor ekonomi, jarak geografis, hingga kurangnya fasilitas menjadi penghalang besar. Sikkola Rakyat hadir sebagai jawaban atas kesenjangan tersebut.

Gerakan ini membuktikan bahwa pendidikan tidak selalu harus mahal, tidak harus di gedung bertingkat, dan tidak harus menunggu sistem. Pendidikan bisa dimulai dari ruang tamu, beralaskan tikar, dan penuh cinta.

Penulis : Michelle B

Editor : Nency

You may also like