15.3 C
New York

Webinar “Bikin Foto Keren Modal HP? Kenapa Enggak!” : Mengulik teknik Fotografi Menggunakan Ponsel

Published:

Calon Kru Baru (CKB) angkatan 33 Persma Kreatif menyelenggarakan webinar pertama pada salah satu kegiatan Orientasi Alam. Webinar yang diinisiasi bertajuk “Bikin Foto Keren Modal HP? Kenapa Enggak!” ini diselenggarakan pada Rabu, 23 Juni 2021 melalui aplikasi Zoom yang diikuti oleh 100 orang peserta. Webinar tersebut menghadirkan Abangda Eko Haryanto sebagai narasumber yang memiliki riwayat pengalaman dalam dunia fotografi. Beliau juga merupakan pimpinan redaksi Persma Kreatif pada masanya dan kini berprofesi sebagai staf Humas Unimed.
Dalam penyampaian materi yang dibawakannya, Abangda Eko Haryanto menjelaskan sejarah singkat mengenai perkembangan dan kemajuan dunia fotografi, di mana semakin berkembangnya zaman, kamera semakin kecil dan semakin menjadi lebih praktis, contohnya terdapat pada kamera Handphone (HP).

“Kamera HP lebih praktis jika dibandingkan kamera DSLR yang mana kamera HP telah disertai dengan fitur-fitur yang jauh lebih baik, tidak membutuhkan perawatan khusus, serta harganya jauh lebih murah dibandingkan kamera DSLR,” ujar bang Eko Haryanto dalam penyampaian materinya.

Bang Eko Haryanto juga menjelaskan dasar fotografi yang benar-benar harus diperhatikan saat menggunakan ponsel sebagai media pengambilan gambarnya. “Dasar-dasar dalam fotografi haruslah memahami rule of third, pengambilan angle foto yang tepat, komposisi dan detail foto harus jelas, point of interest yakni sebuah foto harus melibatkan perasaan dan bermakna, serta teknik fotografi yang digunakan dalam pengambilan gambar.”

Pengambilan gambar menggunakan ponsel memerlukan dukungan beberapa aplikasi yang membuat gambar yang diambil memiliki tampilan yang lebih berkualitas. Abangnda Eko menyajikan beberapa saran aplikasi yang bisa digunakan untuk mempercantik foto, di antaranya seperti aplikasi proshoot, VSCO, Pixelab, dan lainnya. Abangda Eko Haryanto juga memberikan rekomendasi media sosial fotografi yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam menangkap sebuah gambar yang bermakna, di antaranya yaitu @mataponsel, @hptografi, dan fotokitaid.

Selain untuk dokumentasi dan hobi, sebuah foto juga dapat diperjualbelikan dan menghasilkan uang. “Untuk kalian yang percaya diri menjual foto untuk mendapatkan penghasilan apalagi di masa pandemi, bisa mulai menjual hasil foto adik-adik dengan menginstall aplikasi yang menyediakan lapak untuk menjual foto-foto kalian,” kata bang Eko sembari memberikan rekomendasi aplikasi untuk menjual foto seperti foap, 500px, dan EyeEm.

Untuk memulai fotografi melalui ponsel dapat dimulai dengan pengambilan foto-foto sederhana seperti macro (hewan dan bunga), makanan, jalanan, dan sebagainya. “Untuk membuat foto menjadi menarik dapat dimulai dengan hal-hal yang disukai, melihat banyak referensi foto, menggunakan judul atau narasi agar foto lebih bernilai, serta haruslah diiringi konsistensi dan terus berkreasi,” ujar staf Humas Unimed itu pada akhir penyampaian materi fotografi tersebut.

Lebih jauh ia berpendapat bahwa merk dan tipe Ponsel yang digunakan tidaklah terlalu penting, namun kita seringkali dikalahkan oleh gengsi. “Kalau kita punya konsep dan ide yang bagus, maka kita bisa menghasilkan foto yang berkualitas meskipun dengan ponsel yang biasa-biasa saja. Kuatkan pada ide, konsep, dan point of interest pada foto yang diambil.” Tutup Eko Haryanto pada sesi tanya jawab dalam webinar fotografi tersebut.

admin
adminhttp://persmakreatif.com
Hai, ini saya Admin Persma Kreatif. Apakah kamu punya Pertanyaan dan Saran? Biarkan saya tau!, Kirimkan ke Email kami perskreatiftim@gmail.com atau Melalui Intagram @Persmakreatif

Related articles

Recent articles