23.7 C
New York

Sorotan Aktivitas Pembelajaran di Tengah Pusaran Pandemi Covid-19

Published:

Pandemi Covid-19, tentu topik ini sudah tidak asing lagi di belahan dunia manapun karena sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas. Beberapa aktivitas terganggu dan tidak berjalan dengan normal akibat pandemi Covid-19, salah satunya adalah aktivitas dalam bidang pendidikan. Aktivitas belajar mengajar saat ini dilakukan di rumah saja melalui jaringan, sejumlah aplikasi digunakan sebagai sarana pembelajaran, seperti WhatsApp, Zoom, Video Conference, Google Classroom, dan sebagainya. UNESCO mengakui bahwa pandemi Covid-19 juga berimbas terhadap sektor pendidikan di Indonesia. Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan mengancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Berbagai opini pun muncul tentang aktivitas pembelajaran daring ini, sebab dinilai pengimplementasiannya belum optimal.
Dalam upaya memutus rantai penyebaran Virus Covid-19, maka pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020, tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Mendikbud menjelaskan ada aturan lebih rinci tentang pelaksanan Pembelajaran Jarak Jauh (Pembelajaran di Rumah atau Pembelajaran Daring).

Menurut situs resmi KOMINFO, kemampuan penggunaan media komunikasi dan internet oleh para remaja dan pemuda pada awalnya berasal dari teman dan selanjutnya self-exploring. Ini adalah modal dasar dalam pendidikan jarak jauh dimana sudah banyak pengguna Smartphone dapat menggunakan aplikasi web. Namun masih melalui situs tersebut ternyata masih banyak terdapat tantagan dalam hal penggunaan aplikasi web Pendidikan Jarak Jauh baik langsung maupun tidak langsung.
Beberapa kendala tentang penggunaan aplikasi daring ini yaitu:
Kurikulum padasatuan tingkatan pendidikan, seperti TK, SD, SMP, SMA dan PT, dimana terdapat tujuan dan capaian yang berbeda. Memungkinkan pelatihan khusus terhadap pengguna tentang penggunaan kelas online.

Akses terhadap jaringan internet menjadi permasalahan di beberapa lokasi pedesan ataupun kelurahan yang jauh dari perkotaan (Remote area).
Ketersediaan paket internet.
Privatisasi akses masuk aplikasi web.
Siahaan melalui mistar.id, dalam artikel opininya ia mengatakan bahwa perpanjangan masa belajar di rumah ini dikeluhkan oleh para orang tua, pasalnya banyak tugas yang bukan hanya menjadi tanggung jawab anak tetapi juga orang tua. Secara, pelaksanaan pembelajaran di rumah ataupun online harus di bawah bimbingan orang tua, diawasi dan dievaluasi oleh orang tua. Tambahan pula perpanjangan masa belajar di rumah, maka secara otomatis akan megakibatkan tambahnya tugas sehingga membuat anak lebih stress saat belajar melalui sistem pembelajaran di rumah atau online. Pembelajaran daring itu seharusnya inspiratif dan kreatif dimana para peserta didik tidak terbebani dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Tanpa menjadikan faktor accessibility dan reachability terhadap media pembelajaran maupun internet, Pendidik mampu menjadikan dua faktor itu menjadi kekuatan capaian pembelajaran melebihi tatap muka.Pendidikan harus disampaikan hingga anak-anak paham, senantiasa ada bimbingan dan arahan selanjutya ada umpan balik sehingga bukan hanya materi selesai atau Tugas selesai tetapi anak didik memiliki wawasan, berkarakter, cerdas dan cakap.
Dilansir dari kompas.com, bertepatan pada Hari pendidikan Nasional tahun 2020 dengan tema “Belajar dari Covid-19”, Nadiem Makarim mengatakan bahwa pembelajaran daring yang saat ini diterapkan di rumah menjadikan orang tua sadar betapa sulitnya mendidik anak. Selain itu, guru juga harus menyadari tanpa adanya peran orangtua maka pendidikan itu tidak akan selesai. Sehingga guru dan orang tua memiliki peran penting dalam bidang pendidikan.
Dilansir dari tribunternate.com, perihal pembelajaran daring, Nadiem Makarim menanggapi pertanyaan dari Najwa Shihab Mendikbud terkait evaluasi 6 minggu pembelajaran daring.
Beliau menjabarkan beberapa evaluasi pembelajaran daring sebagai berikut:
Pembelajaran nomor satu adalah terjadi gap atau ketidakrataan pendidikan di Indonesia.
Ada beberapa daerah (daerah tertinggal) yang perlu dibantu.
Pembelajaran jadi tidak optimal.

Sehingga melalui pernyataan Nadiem Karim, diperlukan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua serta pengevaluasian tentang pembelajaran di rumah, sebab pandemi Covid-19 telah mengubah sistem pendidikan. Tak jarang beberapa orang berpendapat bahwa pembelajaran di rumah ini merupakan wujud dari belajar mandiri.

Related articles

Recent articles