15.3 C
New York

Sepuluh Meter” : Menghadapi Pandemi Seperti Mengendarai Mobil Saat Malam

Published:

Vaksi Covid-19 akan segera dibagikan, tentu saja menjadi harapan besar bahwa ini merupakan salah satu langkah untuk mempercepat hilangnya pandemik. Bersama kita sudah menghadapi pandemi hampir satu tahun, mulai dari Karantina, sampai New Normal. Tapi tetap saja masih muncul kegelisahan dan rasa tertertekan.

Sepuluh Meter merupakan film pendek yang berdurasi sekitar dua puluh menit, bercerita mengenai kegelisahan dan stress Ringgo dalam menghadapi pandemi dan mencari cara melaluinya dengan curhat ke Nirina via video call. Film ini dibuka dengan tampilan desktop laptop Ringgo yang mengambarkan kegelisahannya dan ketakutan, mengenai pandemi, mulai dari artikel tentang vaksin, kapan covid selesai dan bagaimana melalui masa pandemik. Sampai kita mengentahui apa yang sebenarnya Ringgo Ingin capai hanya dengan satu tab postingan Instagramnya.

Setelah mengentahi bagaimana keadaan pikiran Ringgo dalam tab-tab desktop laptopnya, Kita akhirnya mendapatkan visual Ringgo yang membuka Webcamnya, gambaran sebagai orang yang stress dan penuh kegelisahan akhrinya terlihat jelas. Ketika Ringgo Video call dengan Nirina, ringgo mengaku tubuhnya sehat-sehat saja, tapi tidak dengan mentalnya. Sedang Nirina menikmati waktu yang bisa dia habiskan bersama keluarganya disaat pandemik. Yang menarik kita sebagai diberikan pengambaran sederhana dengan hanya sebuah percakapan video call antar dua orang. ringgo yang pesimis terhadap pandemi, diletakan di sisi di kiri frame video call, dan Nirina yang optimis diletakan di sisi kanan sebagai. Film ini keseluruhan hanya berisi video call antara Ringgo dan Nirina, tapi memberikan pengambaran sisi negatif dan positif pandemi.

Emosi yang dialami Ringgo mewakili apa yang kita rasakan selama pandemi ini. lelah, bosan, gelisah, kesal dan pesimis tentang masalah pandemi. Meskipun kita mengisi hari-hari dengan olahraga, webinar, menjalankan hobi, dan menikmati waktu bersama keluarga tetap saja, perlahan mulai hilang semangat dan sisi negatif itu masih akan muncul. Dalam film ini hal itu adalah wajar, karena itu adalah sifat alami manusia, yang selalu ada positif dan negatif.

Terkakhir film ini menutup cerita dengan Metafora dengan konsep menyetir saat malam cuman bisa lihat sepuluh meter kedepan. kita hanya bisa melihat apa yang lampu mobil kita tunjukan dan itu ada batasannya, tidak semua jalan kelihatan terang. Yang bisa kita lakukan adalah menyetir sebaik-baiknya setiap sepuluh meter yang bisa kita lihat dengan cahaya lampu. Kita memang bisa merancang hidup kita lima tahun, sepuluh tahun atau lima puluh tahun, ya tapi tidak ada yang selalu sesuai dengan rencana, yang terpenting yang ingin disampaikan film ini adalah menjalani hidup dengan melakukan yang terbaik setiap saat. Kadang kita memang jatuh dan sulit bangkit tapi itu wajar karena kita adalah manusia, tapi kita harus ingat untuk bangkit.
Film ini bisa disaksikan gratis di youtube Bank OCBC NISP (tentu saja terselip iklan terelubung).

Related articles

Recent articles