12.9 C
New York

Salah Cara Mengolah Beras, Kandungan Vitamin yang Satu Ini Bisa Hilang, lho!

Published:

Nasi merupakan makanan pokok yang tidak dapat terlepas bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagian masyarakat Indonesia merasa belum kenyang atau bahkan belum makan sama sekali bila belum memakan nasi. Namun, selain sebagai sumber karbohidrat, nasi juga mengandung vitamin B1 yang tak kalah penting bagi kesehatan tubuh. Vitamin B1 atau tiamin memiliki manfaat pada fungsi otak dan sistem saraf. Akan tetapi, vitamin B1 yang terkandung dalam beras merupakan jenis vitamin larut air. Artinya, vitamin ini mudah terlarut dalam air dan tidak tahan panas. Untuk itu, penting mengetahui cara pengolahan nasi yang benar agar kandungan vitamin B1 tidak hilang. 

Vitamin B1 pertama kali ditemukan oleh C. Eijkman, seorang ilmuwan asal Belanda. Penemuan ini pertama kali ia temukan pada tahun 1898. Ia menemukan bahwa penyakit beri-beri memiliki hubungan dan keterkaitan dengan kekurangan vitamin B1. Dilansir dari tirto.id, Eijkman mengamati gejala beri-beri yang terjadi pada ayam. Ayam-ayam yang diberi pakan beras putih menunjukkan gelagat polineuritis atau kelumpuhan saraf dan otot seperti pada penderita beri-beri. Ketika pakan diganti dengan beras giling kasar, ayam-ayam tersebut menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. 

Pengolahan nasi yang benar dapat dimulai dari cara mencuci beras dengan baik. Beras sebaiknya dicuci sebanyak 1-2 kali saja agar vitamin B1 (tiamin) yang terkandung di dalamnya tidak terlarut dalam air. Selain itu juga agar beras tidak rusak. Kemudian, dalam mencuci beras sebaiknya tidak menggosok terlalu kuat. Cukup digosok dengan lembut agar butiran beras yang merupakan kandungan vitamin B1 tidak hancur atau hilang. 

Setelah mencuci beras, hal yang harus diperhatikan dalam pengolahan nasi adalah cara memasaknya. Ada dua cara yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia ketika memasak nasi, yaitu dengan cara tradisional, mengukus nasi menggunakan dandang dan dengan cara modern, memasak nasi menggunakan rice cooker atau magic comRice cooker atau magic com adalah yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia ketika memasak nasi. 

Ketika memasak nasi menggunakan rice cooker atau magic comperlu diperhatikan bahwa saat nasi telah matang hendaknya langsung diangkat dari rice cooker atau magic com. Memanaskan nasi dalam penanak nasi listrik dalam waktu yang lama akan merusak kandungan vitamin B pada nasi. Jika ingin memakan nasi dalam keadaan hangat, maka hendaknya memasak beras yang lain di rice cooker atau magic com.

Kemudian, dalam proses pemasakan nasi menggunakan cara tradisional atau memasak nasi menggunakan dandang hampir sama seperti pemasakan nasi di rice cooker. Sama-sama memperhatikan lama pemasakan, yaitu setelah nasi matang langsung diangkat dan dihidangkan ke dalam wadah lain. Selain itu, hal yang harus diketahui ketika memasak nasi menggunakan cara tradisional adalah memperhatikan penggunaan alat masak. Alat masak yang sebaiknya digunakan adalah berbahan alumunium. Hal ini dikarenakan alat masak berbahan alumunium tidak mudah berkarat sehingga aman ketika digunakan. 

Kru : Cinta Maulida Azbi

Related articles

Recent articles