Saham BBRI Terpukul, Rupiah Loyo Dekati 15.900 per USD Guncang Pasar Modal
Medan, Persma Kreatif – Saham perbankan besar di Indonesia, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir, khususnya pada awal April 2024, menjelang libur lebaran. Tidak hanya faktor eksternal, tetapi juga beberapa peristiwa penting dalam kalender perusahaan berpengaruh terhadap performa sahamnya.
Pada tanggal 14 Maret 2024, saham BBRI mengalami penurunan yang signifikan, bertepatan dengan tanggal pencatatan terakhir untuk saham dividen (ex-date). Ini menandai momen ketika saham mulai diperdagangkan tanpa hak atas dividen yang akan dibayarkan, sering kali berakibat pada penyesuaian harga saham. Selanjutnya, pada tanggal 28 Maret 2024, saat pembayaran dividen saham (payment date) kepada pemegang saham dilakukan, kembali tercatat penurunan pada harga saham BBRI. Penurunan ini mengindikasikan bahwa meskipun pembagian dividen biasanya diantisipasi positif oleh pasar, faktor lain berpengaruh lebih dominan terhadap tren harga.
Lebih lanjut, menjelang periode lebaran, biasanya terdapat ekspektasi pasar bahwa saham perbankan akan mengalami kenaikan harga, karena peningkatan aktivitas ekonomi. Namun, analisis terkini menunjukkan bahwa lebaran tahun ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap harga saham BBRI. Hal ini menegaskan bahwa faktor eksternal dan internal lainnya memiliki peran lebih besar dalam menentukan dinamika harga saham.
Dalam sebulan terakhir, terhitung sejak 5 Maret 2024 hingga 5 April 2024, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami penurunan harga sebesar 475 poin atau Rp 47.500 per lot saham dengan tingkat persentase -7,76%. Penurunan ini dipengaruhi oleh penarikan investor asing dari pasar saham yang mencapai 2,85 triliun Rupiah. Analis Bareksa menyebutkan bahwa penurunan nilai tukar Rupiah mendekati level 15.900 per dolar AS sebagai faktor yang berkontribusi pada keluarnya investor asing. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan nilai saham.
Kru: Ribka Intan
Editor: Cinta Maulida
