asd
32.3 C
New York

Ramadhan Penuh Ceria LP2IM: Urgensi Ulur Tangan Bagi Sesama

Published:

Sabtu, 8 Mei 2021, Lembaga Penalaran dan Penelitian Ilmiah Mahasiswa (LP2IM) Universitas Negeri Medan mengadakan kegiatan filantropi. Program yang diberi nama “Ramadhan Penuh Ceria” ini mengangkat tema “Menjejaki Keberkahan Ramadhan 1442 H”. Dengan merangkul beberapa instansi eksternal dan ormawa sekawasan Universitas Negeri Medan, program Ramadhan Penuh Ceria menjadikan Madrasah Taman Pendidikan Quran IZI, Johor, sebagai tempat berfilantropi gerakan mereka.

Ahmad Nur Cahyo, Ketua Umum LP2IM Universitas Negeri Medan melaporkan bahwa kegiatan filantropi yang mereka inisiasi bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). IZI merupakan lembaga zakat yang telah diakui kelembagaannya oleh kementerian. IZI dapat dikatakan lembaga sosial yang bergerak dalam 5 bidang yakni kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan dakwah.

Ia juga mengungkapkan bahwa substansi gerakan ini adalah menggapai keberkahan pada bulan penuh kasih, “Tentunya, kegiatan filantropi ini dibuat karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Jadi kami ingin membuat kegiatan yang bisa menyadarkan semua orang arti berbagi dan peduli sesama. Apalagi di masa pandemi saat ini semua serba sulit, jadi perlu adanya ulur tangan bersama untuk saling membantu di tengah keadaan saat ini.” Ketua umum yang mengepalai Kabinet Kolaborasi Karya ini lebih jelas menerangkan bahwa kegiatan tersebut juga dilatarbelakangi untuk menyadarkan bahwa di dalam rezeki kita terdapat hak yang harus dikeluarkan sedikit untuk orang lain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Nantinya, bantuan yang diusung LP2IM diberikan kepada kaum Dhuafa khususnya anak-anak di salah satu madrasah Taman Pendidikan Quran IZI di jalan Johor, Gang Eka Murni. Madrasah belajar Alquran tersebut dikelola langsung oleh salah satu lembaga zakat yakni Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), “Program filantropi kita ini akan menyebarkan beberapa bantuan sembako di salah satu madrasah bagi anak-anak Dhuafa yang ada di Johor. Kami sepakat memilih lokasi tersebut karena lokasi ini merupakan lokasi yang mayoritas penduduknya merupakan kaum Dhuafa.” Terang Nur Cahyo.

“Program RPC ini kami inisiasi dan kami persiapkan selama dua minggu. Baik untuk pengadaan program maupun open donasi. Terbilang singkat memang untuk persiapannya. Namun, saya tetap berharap agar program ini dapat memberi manfaat dan mampu menyadarkan pentingnya berbagi atau membantu sesama bagi Pengurus dan Anggota. Untuk masyarakat, semoga program ini dapat membantu mereka untuk dapat merasakan keceriaan di tengah kondisi yang tidak stabil seperti saat ini.” Tutup Nur Cahyo.

Sementara, Andi Harahap selaku punggawa Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mengungkapkan bahwa sudah kewajiban mereka selaku perpanjangan tangan donatur untuk bergerak dan berkomitmen mewujudkan kesejahteraan di masyarakat, “saya sendiri selaku staff Edukasi Kemitraan Zakat (EKZ) IZI secara pribadi ingin terus-terusan melakukan kegiatan filantropi tak lain tak bukan substansinya untuk menghadirkan kesejahteraan pada masyarakat. Karena tidak bisa kita pungkiri bahwa kegiatan sosial ini adalah salah satu ajang kita untuk berkontribusi pada warga. Kita tidak bisa secara masif mengharapkan Pemerintah. Nah, di sinilah kita hadir selaku lembaga untuk membantu Pemerintah atau membantu Negara menghadirkan kesejahteraan.”

“Mudah-mudahan dari segala elemen (bukan hanya lembaga zakat) khususnya mahasiswa agar senantiasa aktif. Jangan hanya duduk di bangku perkuliahan dan menyerap ilmunya saja. Bisalah kiranya untuk diterapkan ke masyarakat sekitar, dan hal tersebut tentunya sejalan dengan tri dharma perguruan tinggi yang ketiga bukan?” Tutup Andi Harahap.

Setelah membagikan sembago dengan konsep door to door, LP2IM, IZI, dan media partner lainnya mengadakan buka bersama dengan anak-anak yayasan.

Related articles

Recent articles